Home » Berita Utama » Akhir Riwayat Zionisme Terekam di Alam Bawah Sadar Orang-Orang Zionis

Akhir Riwayat Zionisme Terekam di Alam Bawah Sadar Orang-Orang Zionis

Kamis,5 Oktober 2023 01:05WIB

Bagikan : Array
Potret warga Yahudi yang bermukim di Israel. (Poros Perlawanan)

SINTESANEWS.ID – Banyak tokoh dan penulis Zionis yang bicara serta menulis soal berakhirnya riwayat Rezim Zionis. Mereka mengutarakannya sedemikian rupa, seolah fakta ini adalah sebuah keniscayaan bagi orang-orang Zionis.

Fars melaporkan bahwa sejak awal dibentuknya Israel, realita keruntuhannya seolah sudah terekam di alam bawah sadar kolektif para penjajah. Banyak dari mereka yang menyadari bahwa angan-angan Zionisme akan berubah menjadi mimpi buruk.

Pada tahun 1954, Menteri Perang Israel saat itu, Moshe Dayan menghadiri pemakaman seorang kawannya yang tewas di tangan pejuang Palestina. Ia mengatakan, ”Kita harus selalu siaga dan bersenjata. Kita harus kuat dan kejam. Jangan sampai pedang terlepas dari tangan kita, karena saat itu hidup kita akan berakhir.”

Dengan demikian, konsep “akhir riwayat” dan bahwa suatu hari para pengungsi Palestina akan pulang, atau anak-anak para korban akan tumbuh dewasa dan membalas dendam, selalu menghantui benak orang-orang Zionis.

Novelis Israel, Avraham Yehoshua dalam kisah berjudul “Menghadapi Akhir” di pertengahan awal abad ke-20 menceritakan konflik batin seorang mahasiswa Israel yang menjaga sebuah kebun. Kebun itu terletak di sebuah desa yang telah dihancurkan Israel. Di desa itu tinggal seorang pria Arab tua bisu bersama putrinya, yang tidak berniat keluar dari desa itu. Mereka berencana membalas dendam dan membakar kebun tersebut. Pemuda Israel itu mulai jatuh cinta kepada putri pria tua itu, sampai akhirnya ia merasa ingin membantu mereka membakar kebun tersebut. Di akhir cerita, ketika kebun terbakar, si pemuda itu merasa bebas dari konflik batin yang dialaminya.

Saat mengungkit kekalahan memalukan AS di Vietnam, penulis Israel, Eitan Haber menulis, ”Serdadu Vietnam Utara yang bertelanjang kaki mengalahkan milisi Vietnam Selatan yang difasilitasi dengan perangkat perang termodern. Rahasianya tersimpan pada sebuah konsep yang disebut ‘spirit.’ Spirit adalah sesuatu yang membimbing para pejuang menuju kemenangan. Spirit adalah semangat, ketegasan, pengetahuan akan kebenaran tindakan, dan perasaan bahwa sudah tidak ada jalan lain. Inilah sesuatu yang tidak dimiliki Israel; Israel yang sekelilingnya dikitari oleh keputusasaan”.

Kekhawatiran dan ketakutan ini bukan hanya dirasakan kalangan jurnalis saja, tapi juga menghinggapi para tokoh politik seperti Yitzhak Rabin, yang menjabat PM Israel dari tahun 1992-1995.

Rabin pada September 1970 dalam tulisannya membandingkan Rezim Zionis dengan Kekaisaran Franka. Ia menulis, bahaya utama bagi Israel adalah berhentinya imigrasi kaum

6085768219885996691-min

TOPIK TERKAIT

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

cb69ca3e-61d6-4002-8894-a924a9d8e08a

TEKNOLOGI

TERPOPULER

HIBURAN

bannera

POLITIK