Home » DPRD Kukar » Pemulihan Mental Santri Jadi Perhatian DPRD Kukar, Skrining Psikologis Segera Dilakukan

Pemulihan Mental Santri Jadi Perhatian DPRD Kukar, Skrining Psikologis Segera Dilakukan

Selasa,19 Agustus 2025 12:54WIB

Bagikan : Array

SINTESANEWS.ID – DPRD Kukar menaruh perhatian besar terhadap pemulihan psikologis para santri usai mencuatnya kasus dugaan pencabulan di salah satu pesantren.

Ketua Komisi IV DPRD Kukar, Andi Faisal, menegaskan bahwa langkah pendampingan mental harus segera dilakukan agar para santri tidak mengalami trauma berkepanjangan.

“Korban dan keluarganya tentu mendapat perhatian utama. Tapi kita juga ingin memastikan seluruh santri mendapat pendampingan agar tetap merasa aman dan nyaman menjalani pendidikan,” ujar Andi Faisal usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kukar, Selasa (19/08/2025).

Sebagai langkah awal, DPRD Kukar bersama pihak terkait berencana mengundang RSUD AM Parikesit untuk melakukan skrining psikologis.

Menurut Andi Faisal, langkah ini bukan hanya ditujukan bagi korban, melainkan juga seluruh santri di pesantren tersebut.

“Kita ingin memastikan kondisi psikologis mereka tetap stabil. Jangan sampai ada yang diam-diam mengalami trauma, tapi tidak terdeteksi sejak dini,” jelasnya.

Skrining ini diharapkan mampu menjadi dasar pemberian pendampingan lebih lanjut, baik melalui konseling maupun terapi khusus.

Dengan begitu, para santri bisa kembali beraktivitas normal tanpa bayang-bayang rasa takut.

Andi Faisal menambahkan, penting bagi lembaga pendidikan, khususnya pesantren, untuk lebih terbuka terhadap keterlibatan pihak eksternal dalam memberikan perlindungan anak.

Keterlibatan tenaga profesional, kata dia, menjadi kunci dalam memastikan pemulihan berjalan efektif.

“Kalau hanya mengandalkan pihak internal, khawatir ada yang luput. Karena itu kami libatkan tenaga medis dan psikolog dari rumah sakit,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa DPRD Kukar bersama tim ad hoc akan terus mengawal proses pemulihan ini hingga tuntas.

Tidak hanya satu kali pemeriksaan, tetapi juga pemantauan berkelanjutan agar kondisi santri benar-benar pulih.

“Pemulihan psikologis ini harus menjadi prioritas. Anak-anak adalah generasi penerus, mereka harus dilindungi secara penuh,” tutupnya. (Adv/fi)

6085768219885996691-min

TOPIK TERKAIT

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

TEKNOLOGI

TERPOPULER

HIBURAN

bannera

POLITIK