SINTESANEWS.ID – Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum berdampak terhadap produksi kelapa sawit maupun harga tandan buah segar (TBS) di Kukar.
Kepala Disbun Kukar, Muhammad Taufik, mengatakan hasil pemantauan sementara menunjukkan produksi sawit masih terjaga. Sementara itu, harga TBS yang sempat turun pada April lalu kini kembali menguat.
“Belum ada pengaruh terhadap produksi maupun harga TBS akibat karhutla,” kata Taufik saat diwawancarai di Kantor Lurah Melayu, Kamis (15/10/2026).
Ia menjelaskan, harga TBS dari kebun swadaya sempat merosot ke kisaran Rp2.600 sampai Rp2.700 per kilogram. Saat ini, harganya kembali naik hingga sekitar Rp3.600 per kilogram.
Menurut Taufik, penurunan harga sebelumnya dipicu reaksi pasar yang berlebihan terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai ekspor. Meski sempat mengalami tekanan, harga kemudian kembali meningkat.
“Penurunan kemarin tidak berlangsung lama. Sekarang harga sudah naik lagi,” ujarnya.
Ia menambahkan, harga TBS dari perkebunan yang bermitra dengan perusahaan relatif lebih stabil dibandingkan kebun swadaya. Hal ini karena harga pada pola kemitraan mengacu pada penetapan pemerintah provinsi.
“Harga kebun kemitraan relatif stabil karena mengikuti harga yang ditetapkan pemerintah provinsi,” ungkapnya.
Disbun Kukar akan terus memantau perkembangan sektor perkebunan untuk memastikan kondisi produksi dan harga TBS tetap terkendali.
Taufik kembali memastikan, hingga saat ini karhutla belum menyebabkan penurunan produksi sawit di Kukar.
“Sejauh pemantauan kami, produksi masih tetap terjaga,” pungkasnya. (Adv/Ja)
































