Home » Daerah » Kutai Kartanegara » Belum Disetujui Kementerian PUPR, Pembangunan Jembatan Sebulu Terhambat

Belum Disetujui Kementerian PUPR, Pembangunan Jembatan Sebulu Terhambat

Selasa,30 Januari 2024 08:09WIB

Bagikan :
Dinas PU Kukar, Linda Juniarti (Istimewa).

SINTESANEWS.ID – Proses pembangunan jembatan Sebulu yang menghubungkan dua kecamatan di Kukar, yaitu Kecamatan Sebulu dan Kecamatan Muara Wis, masih terkendala.

Kendala tersebut berasal dari belum adanya persetujuan desain jembatan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Menurut Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Linda Juniarti, pihaknya sudah menandatangani kontrak dengan penyedia jasa dan mengeluarkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) pada Selasa (23/1/2024).

Namun, untuk pengerjaan bentang jembatan yang rencananya dilakukan pada tahun 2025, masih harus menunggu persetujuan desain.

“Jembatan Sebulu ini masuk kategori jembatan khusus karena bentangnya lebih dari 100 meter. Sesuai Permen PUPR nomor 10 tahun 2022, jembatan khusus harus mendapatkan persetujuan dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan yang membutuhkan analisis khusus, seperti analisis probabilitas seismic hazard, analisis pushover, dan analisis aerodinamika,” papar Linda.

Linda menjelaskan bahwa anggaran untuk pembangunan jembatan Sebulu sebesar RP. 203 miliar. Saat ini, pengerjaan tahap satu yang meliputi pembangunan jalan dekat jembatan sudah berlangsung.

Pembangunan jalan ini dilakukan di dua sisi, yaitu sebagian urukan dan sebagian pile slab di Desa Sirbaya dan Desa Sebulu Modern.

“Panjang jembatan Sebulu sekitar 272 meter, dari abutmen sampai ke abutmen. Kalau desainnya sudah disetujui, kita akan laksanakan pengerjaan bentang jembatan pada tahun 2025. Bentang utamanya nanti apakah tipe melengkung atau bagaimana, tergantung dari hasil persetujuan,” tutur Linda. (In)

6085768219885996691-min

TOPIK TERKAIT

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

3433823

TEKNOLOGI

TERPOPULER

HIBURAN

bannera

POLITIK