Home » Daerah » Samarinda » DPRD Dorong UMKM Samarinda Masuk Rantai Pasok MBG di Tengah Penurunan Omzet

DPRD Dorong UMKM Samarinda Masuk Rantai Pasok MBG di Tengah Penurunan Omzet

Selasa,2 Juni 2026 10:55WIB

Bagikan : Array

SINTESANEWS.ID — Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Samarinda didorong untuk terlibat dalam rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya memperluas pasar sekaligus membantu pemulihan omzet usaha yang belakangan mengalami penurunan.

Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah menilai program MBG dapat menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM lokal untuk berkembang, khususnya di sektor kuliner, pertanian, peternakan, hingga penyedia bahan pangan. Keterlibatan pelaku usaha lokal dinilai penting agar manfaat ekonomi dari program tersebut benar-benar dirasakan masyarakat daerah.

Helmi mengatakan kondisi daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya stabil membuat banyak UMKM mengalami penurunan pendapatan dalam beberapa waktu terakhir. Karena itu, pemerintah diminta membuka akses yang lebih luas agar pelaku usaha lokal dapat ikut menjadi bagian dari program strategis nasional tersebut.

“Program MBG jangan hanya dinikmati pihak besar. UMKM lokal juga harus diberi ruang supaya ekonomi masyarakat ikut bergerak,” ujar Helmi.

Menurutnya, keterlibatan UMKM dalam rantai pasok MBG dapat menciptakan efek ekonomi berantai, mulai dari peningkatan produksi, penyerapan tenaga kerja, hingga perputaran ekonomi di tingkat lokal.

DPRD juga menilai Samarinda memiliki banyak pelaku usaha yang mampu memenuhi kebutuhan program MBG apabila diberikan pendampingan dan akses yang memadai. Mulai dari penyedia lauk-pauk, sayur mayur, produk olahan makanan, hingga jasa distribusi.

Namun demikian, Helmi mengingatkan pemerintah perlu memastikan standar kualitas dan keamanan pangan tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program tersebut. Pendampingan terhadap UMKM dinilai penting agar produk yang dihasilkan memenuhi standar yang dibutuhkan.

Selain itu, Helmi meminta pemerintah daerah aktif melakukan pendataan terhadap UMKM potensial yang dapat dilibatkan dalam program MBG. Dengan sistem yang terorganisir, distribusi manfaat ekonomi diharapkan dapat berjalan lebih merata.

“Kalau dikelola serius, program ini bukan hanya soal makanan bergizi, tetapi juga bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” katanya.

DPRD juga menyoroti pentingnya kemudahan akses permodalan dan pelatihan bagi pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas produksi ketika permintaan pasar meningkat melalui program MBG.

Di sisi lain, pelaku usaha lokal berharap keterlibatan mereka dalam rantai pasok program pemerintah tidak hanya bersifat sementara, melainkan menjadi peluang usaha berkelanjutan yang mampu memperkuat ekonomi daerah.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pihak terkait, DPRD optimistis program MBG dapat menjadi momentum kebangkitan UMKM di Samarinda sekaligus membantu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah tantangan penurunan omzet usaha. (Adv)

6085768219885996691-min

TOPIK TERKAIT

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

TEKNOLOGI

TERPOPULER

HIBURAN

bannera

POLITIK