Home » Advertorial » DPRD Kaltim » Tenaga Gizi Terbatas, Angka Stunting di Kaltim Tak Kunjung Turun

Tenaga Gizi Terbatas, Angka Stunting di Kaltim Tak Kunjung Turun

Selasa,2 Desember 2025 02:45WIB

Bagikan : Array

SINTESANEWS.ID — Keterbatasan jumlah tenaga gizi di Kalimantan Timur menjadi salah satu tantangan terbesar dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting di daerah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim 2024 mencatat hanya terdapat 503 tenaga gizi untuk melayani 4,05 juta penduduk. Jumlah tersebut masih jauh dari standar nasional, yakni 35 tenaga gizi per 100 ribu jiwa.

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menegaskan bahwa keberadaan tenaga gizi memegang peran penting dalam memastikan pemenuhan nutrisi bagi ibu dan anak.

“Kalau bicara stunting, berarti bicara soal gizi. Tenaga gizi ini ujung tombaknya. Kalau jumlahnya kurang, jelas berpengaruh pada pelayanan di lapangan,” ujarnya.

Minimnya jumlah tenaga gizi tidak hanya menjadi persoalan utama, tetapi juga diperparah oleh distribusi yang belum merata. Samarinda tercatat memiliki 93 tenaga gizi, Balikpapan 87, dan Kutai Kartanegara 81. Sementara itu, daerah dengan wilayah yang lebih luas seperti Mahakam Ulu hanya memiliki 16 tenaga gizi, sehingga akses layanan gizi di kawasan terpencil menjadi semakin terbatas.

Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, Ananda mendorong Dinas Kesehatan Kaltim menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi berbasis kesehatan, seperti Universitas Mulawarman, UMKT, dan Poltekkes Kemenkes. Ia menilai lembaga pendidikan tersebut dapat menjadi sumber percepatan penambahan tenaga gizi.

“Kami di DPRD meminta adanya langkah nyata agar jumlah tenaga gizi bisa ditingkatkan dan penyebarannya lebih merata. Ini penting supaya penanganan stunting di Kaltim dapat berjalan lebih cepat dan efektif,” tukasnya.
(IA/ADV/DPRDKaltim)

6085768219885996691-min

TOPIK TERKAIT

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

TEKNOLOGI

TERPOPULER

HIBURAN

bannera

POLITIK