Home » Daerah » Tambang Batu Bara Diduga Ilegal di Tenggarong Digeruduk Emak-Emak

Tambang Batu Bara Diduga Ilegal di Tenggarong Digeruduk Emak-Emak

Kamis,1 Februari 2024 07:31WIB

Bagikan : Array
Camat Tenggarong Sukono beserta sejumlah pihak keamanan saat menemui para pendemo. (Istimewa)

SINTESANEWS.ID – Aksi protes dilakukan oleh puluhan emak-emak dari lima RT terhadap aktivitas tambang batu bara diduga ilegal di Dusun Sukodadi Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kukar, Rabu (31/1/2024).

Mereka menuntut agar aktivitas pertambangan tersebut dihentikan lantaran merusak lingkungan dan mengancam lahan pertanian.

Para emak-emak ini menggeruduk tiga lokasi tambang yang berada di kawasan perbukitan di RT 15.

Di sana, mereka menemukan beberapa unit ekskavator yang terparkir di dekat lubang galian yang dalam.

Tak jauh dari situ, ada lahan sawah yang sedang berproduksi.

“Kami minta aparat hentikan tambang ini. Ini merugikan kami yang petani. Sawah kami jadi kering, kotor, dan banjir. Kami tidak bisa tanam padi lagi,” kata koordinator aksi, Fathurrahman.

Fathurrahman mengatakan, 80 persen warga di lima RT tersebut adalah petani sawah.

Kata dia, para warga memiliki 100 hektare sawah yang produktif dari total 200 hektare lahan persawahan di daerah tersebut.

Namun, sejak ada tambang ilegal ini, sawah masyarakat jadi tercemar dan tidak subur.

“Tempat ini juga sumber air minum kami. Kalau tambang ini terus beroperasi, kami khawatir air minum kami jadi tercemar juga. Kami tidak mau ada tambang ilegal di sini. Kami mau sawah kami tetap hijau dan subur,” ujarnya.

Ia pun mengaku bakal melaporkan tambang ilegal ini ke sejumlah piha berwenang, mulai dari lurah, camat, polisi, TNI, bupati, hingga DPRD. Mereka juga akan melibatkan Jaringan Advokasi Tambang Kaltim sebagai pendamping.

Salah satu petani yang terdampak, Maryono, mengaku sudah tidak bisa menanam padi di sawahnya selama tiga bulan terakhir.

Sawahnya yang seluas setengah hektare itu kini tergenang air dan lumpur.

“Sejak ada tambang ini, sawah saya jadi rusak. Airnya kotor, lumpurnya banyak. Saya tidak bisa tanam padi lagi. Padahal, ini sumber penghasilan saya. Saya harap tambang ini segera ditutup,” kata Maryono. (ar)

6085768219885996691-min

TOPIK TERKAIT

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

cb69ca3e-61d6-4002-8894-a924a9d8e08a

TEKNOLOGI

TERPOPULER

HIBURAN

bannera

POLITIK