SINTESANEWS.ID — Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, mengkritik pengerjaan median jalan di sejumlah titik Kota Samarinda, khususnya di ruas Jalan Pahlawan. Ia menilai kualitas pekerjaan kontraktor jauh dari standar profesional.
“Kontraktor seharusnya bisa bekerja lebih baik,” tegas Afif.
Menurutnya, proses pembongkaran median dilakukan terlalu tergesa tanpa menyiapkan material pengganti. Kondisi tersebut membuat area proyek tampak semrawut dan berpotensi membahayakan pengendara.
Ia juga menyoroti risiko lain yang muncul akibat metode kerja yang kurang tepat.
“Material harus disiapkan dulu. Kalau terjadi banjir, tanahnya bisa hanyut,” jelasnya.
Afif meminta kontraktor segera memperbaiki pola kerja dan memastikan langkah mitigasi risiko dijalankan dengan benar. Proyek pembangunan median yang menelan anggaran sekitar Rp5 miliar itu dinilai lemah dalam perencanaan serta kurang memperhatikan aspek keselamatan pengguna jalan.
Ia menekankan perlunya evaluasi menyeluruh agar pengerjaan proyek serupa di masa mendatang dapat berlangsung lebih rapi, terukur, dan tidak merugikan masyarakat. (IA/ADV/DPRDKaltim)
































