Home » Advertorial » Diskominfo Kukar » Dinkes Kukar Tingkatkan Edukasi Warga Hadapi Lonjakan ISPA dan Cuaca Panas

Dinkes Kukar Tingkatkan Edukasi Warga Hadapi Lonjakan ISPA dan Cuaca Panas

Selasa,6 Oktober 2026 02:27WIB

Bagikan : Array

SINTESANEWS.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) meningkatkan edukasi kepada masyarakat untuk mengantisipasi penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah kondisi kabut asap dan cuaca panas.

Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah, mengatakan kasus ISPA di Kukar masih berada pada angka tinggi. Pada Agustus 2026 tercatat 11.025 kasus, sedangkan pada September jumlahnya masih berada di kisaran 10.000 kasus.

“Kondisi asap saat ini masih fluktuatif. Sejalan dengan Surat Edaran Bupati Kukar terkait kewaspadaan karhutla, kami rutin mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Jika harus keluar, wajib menggunakan masker,” kata Ismi saat ditemui di Pendopo Odah Etam Tenggarong, Jumat (2/10/2026) kemarin.

Menurutnya, penggunaan masker menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi paparan udara yang tercemar asap, khususnya bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan.

Selain itu, Dinkes Kukar mengingatkan masyarakat menjaga kondisi tubuh di tengah cuaca panas. Warga diminta mencukupi kebutuhan cairan agar tidak mengalami dehidrasi serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya serat dan rendah gula maupun lemak.

Masyarakat juga dapat menambah konsumsi multivitamin sebagai penunjang daya tahan tubuh.

Di sisi lain, Dinkes Kukar terus mendorong masyarakat memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis yang tersedia di seluruh Puskesmas.

Kata dia, layanan tersebut tidak hanya dilakukan di fasilitas kesehatan, tetapi juga melalui kegiatan jemput bola seperti yang baru berjalan di kawasan Rawa Makmur.

“Cek kesehatan gratis ini merupakan program rutin di seluruh Puskesmas dengan sasaran seluruh masyarakat Kukar,” ujarnya.

Program tersebut menyasar seluruh kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir, anak sekolah, usia dewasa hingga lansia. Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi lebih dini berbagai penyakit tidak menular, termasuk hipertensi dan diabetes.

Dengan deteksi dini, masyarakat yang memiliki indikator tekanan darah atau kadar gula tinggi dapat segera mendapatkan penanganan. (Adv/Ja)

6085768219885996691-min

TOPIK TERKAIT

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

TEKNOLOGI

TERPOPULER

HIBURAN

bannera

POLITIK