SINTESANEWS.ID – Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin resmi ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kukar terpilih untuk periode 2025–2030 melalui Rapat Paripurna di Ruang Sidang Utama DPRD, Rabu (14/5/2025).
Rapat Paripurna yang dihadiri jajaran Forkopimda sampai tingkat desa dan RT ini mengumumkan hasil penetapan pemilihan ulang (PSU) Pilkada sesuai putusan Mahkamah Konstitusi.
Aulia dalam sambutannya menyebut momen ini sebagai sejarah baru dalam demokrasi Kukar.
“Kami menyebut ini sebagai momen bersejarah. Baru kali ini dalam sejarah Kukar, proses Pilkada harus melalui tahapan Pemungutan Suara Ulang,” ujar Aulia di hadapan forum paripurna.
Meskipun penuh dinamika, Aulia bersama pasangannya, Rendi Solihin, menyatakan kebanggaannya karena bisa menjadi bagian dari catatan demokrasi tersebut.
Ia bilang, Pilkada bukan sekadar kontestasi, melainkan manifestasi kedaulatan rakyat untuk menentukan arah masa depan daerah.
“Demokrasi bukan soal menang dan kalah semata. Ini adalah refleksi keberagaman, keadilan, dan kemampuan untuk berkompromi demi kebaikan bersama,” ucapnya, mengutip pernyataan mantan Presiden AS Bill Clinton.
Aulia juga mengajak seluruh pihak untuk kembali bersatu tanpa sekat dan tanpa kubu, demi membangun Kabupaten Kukar yang lebih maju.
Ia menegaskan bahwa perjuangan tidak berhenti pada kemenangan politik, melainkan berlanjut dalam mengelola amanah rakyat dan menjaga marwah budaya.
Aulia memberikan penghormatan kepada pemerintahan sebelumnya, Bupati Edi Damansyah dan Rendi Solihin, yang menurut survei memiliki tingkat kepuasan publik di atas 80 persen. Dia menyebut mereka sebagai figur teladan dalam memimpin Kukar.
“Kami bukan hanya pemenang kontestasi, tapi juga penerima mandat rakyat sebagai penjaga kemajuan dan pelestari budaya Kutai,” tegasnya.
Aulia turut memohon restu kepada Sultan Kutai Kartanegara untuk meneguhkan panji kerukunan budaya dan politik di masa pemerintahannya. Ia menekankan pentingnya nilai budaya sebagai penuntun dalam tata kelola pemerintahan.
Menutup sambutannya, Aulia menyampaikan permohonan maaf kepada kedua orang tuanya atas waktu yang tersita selama proses Pilkada, serta berterima kasih kepada dua pasangan calon lainnya atas keteladanan dan kedewasaan dalam berkompetisi.
Ia juga mengapresiasi seluruh masyarakat Kukar yang menjaga suasana damai selama Pilkada.
“Semoga Allah memberi petunjuk dan ridho-nya dalam mengemban amanah ini demi misi kemajuan daerah Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (ar)
































