Home » Advertorial » Diskominfo Kukar » 350 Penari Erau 2026 Terima Honor, Disdikbud Kukar Dorong Ekosistem Seni Berkelanjutan

350 Penari Erau 2026 Terima Honor, Disdikbud Kukar Dorong Ekosistem Seni Berkelanjutan

Sabtu,3 Oktober 2026 07:05WIB

Bagikan : Array
Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah bersama ratusan penari erau dan para pelatih.

SINTESANEWS.ID — Sebanyak 350 penari yang terlibat dalam pertunjukan kolosal Erau Adat Kutai 2026 menerima honor masing-masing sebesar Rp1,4 juta pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Pembayaran honor tersebut menandai berakhirnya rangkaian kerja para penari dalam pertunjukan tari massal bertajuk “Penjaga Tahta di Tepian Mahakam” yang menjadi bagian dari rangkaian Erau 2026.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Heriansyah, mengatakan honor tersebut tidak hanya dimaknai sebagai penghargaan atas penampilan para penari.

Menurutnya, keterlibatan seniman dalam kegiatan kebudayaan harus diarahkan untuk membangun ekosistem seni yang mampu mendukung keberlanjutan profesi sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku seni.

“Ini tidak hanya sekadar tampil. Kegiatan ini harus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan para pelaku seni,” kata Heriansyah usai memberikan pengarahan kepada para penari di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, Jumat sore.

Heriansyah yang juga Ketua Panitia Erau 2026 itu mengatakan, pengembangan ekosistem seni dan budaya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat, budayawan, pelaku usaha, pejabat hingga tokoh masyarakat.

Ia memberikan apresiasi kepada seluruh penari yang telah mengikuti proses latihan hingga pementasan. Menurutnya, para penari telah mencurahkan waktu dan tenaga untuk mempersiapkan pertunjukan tersebut.

“Banggalah adik-adikku seluruhnya yang telah berkontribusi, meluangkan waktunya, menyiapkan tenaganya dan berkonsentrasi selama proses latihan maupun saat penampilan,” ujarnya.

Heriansyah menambahkan, Disdikbud Kukar akan terus memberikan perhatian terhadap pengembangan pelaku seni melalui program kebudayaan daerah. Hal itu sejalan dengan visi dan misi Kukar Idaman yang mencakup pemberian stimulus bagi pelaku seni dan budaya.

Namun, pelaksanaan program tersebut pada 2027 tetap akan menyesuaikan dengan kondisi fiskal daerah.

“Kita sama-sama berdoa, mudah-mudahan tahun 2027 kondisi keuangan kita membaik,” katanya.

Ia berharap kondisi keuangan daerah yang lebih baik nantinya dapat membuka ruang pertunjukan yang lebih luas bagi seniman Kukar. Dengan begitu, para pelaku seni tidak hanya mendapatkan panggung, tetapi juga peluang memperoleh penghasilan dari karya mereka.

Heriansyah juga mengungkap rencana pembangunan pusat budaya Kutai di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, fasilitas tersebut berpotensi menjadi ruang baru bagi seniman Kukar untuk memperkenalkan kebudayaan daerah.

“Tidak menutup kemungkinan adik-adik kalian nanti akan berkontribusi di sana,” ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Produksi Tari Massal Erau 2026, Misra Budiarto Ax, mengatakan pertunjukan tahun ini memiliki arti khusus baginya. Ia kembali terlibat dalam produksi Erau setelah sekitar 23 tahun vakum.

Misra menyebut produksi Erau terakhir yang ditanganinya berlangsung pada 2003. Karena itu, keterlibatannya kembali dalam produksi tari massal Erau 2026 menjadi pengalaman yang berkesan.

Ia juga mengapresiasi respons masyarakat terhadap pertunjukan “Penjaga Tahta di Tepian Mahakam”. Respons positif yang muncul di media sosial, kata dia, menunjukkan perhatian publik terhadap pertunjukan tersebut.

“Tidak ada yang negatif. Di media sosial semua positif untuk Penjaga Tahta di Tepian Mahakam,” terangnya.

Pertunjukan tersebut juga melibatkan berbagai unsur kebudayaan lokal. Sejumlah pelatih dan pendukung dari komunitas Dayak, di antaranya Dayak Modang, Dayak Kenyah dan Dayak Benua, turut terlibat dalam produksi.

Menurut Misra, keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pertunjukan yang merepresentasikan keberagaman budaya di Kalimantan Timur.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh penari yang tampil dalam pembukaan Erau pada 20 September 2026. Kerja keras mereka dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam terselenggaranya pertunjukan kolosal tersebut. (Adv/Ja)

6085768219885996691-min

TOPIK TERKAIT

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

TEKNOLOGI

TERPOPULER

HIBURAN

bannera

POLITIK