Home » Advertorial » Diskominfo Kukar » Arbizz Space Tak Sekadar Tempat Nongkrong, Aulia Ingin Jadi Hub Kreativitas dan Budaya Kukar

Arbizz Space Tak Sekadar Tempat Nongkrong, Aulia Ingin Jadi Hub Kreativitas dan Budaya Kukar

Senin,5 Oktober 2026 05:24WIB

Bagikan : Array
Momen peresmian Arbizz Space Tenggarong.

SINTESANEWS.ID — Suasana sore di Arbizz Space, kawasan Taman Pujasera Tenggarong, diarahkan tidak sekadar menjadi tempat masyarakat menikmati kuliner. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ingin ruang tersebut berkembang menjadi titik temu kreativitas, budaya, hingga aktivitas bisnis masyarakat.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan Arbizz Space dirancang sebagai ruang yang mempertemukan masyarakat untuk berinteraksi, bertukar gagasan, dan melahirkan ide yang dapat mendukung pembangunan daerah.

“Arbizz Space ini kita ingin menjadi connecting people, tempat orang-orang Kukar bisa menghabiskan waktunya, bisa melahirkan ide-ide kreatif dan ngumpul santai dengan keluarga,” kata Aulia saat memberikan sabutan saat peresmian Arbizz Space, Sabtu (3/10/2026).

Konsep Arbizz sendiri merupakan kependekan dari Aktivasi, Rekreasi, Budaya, dan Bisnis. Empat unsur tersebut menjadi arah pengembangan kawasan yang disiapkan sebagai salah satu ruang publik baru di Tenggarong.

Dari sisi rekreasi, Aulia ingin masyarakat memiliki tempat yang nyaman untuk bersantai dan menyegarkan pikiran. Lokasinya yang berada dekat kawasan perkantoran pemerintah juga diharapkan menjadi alternatif ruang istirahat bagi masyarakat maupun aparatur sipil negara.

Namun, Arbizz Space juga diproyeksikan menjadi ruang untuk menjaga identitas budaya Kukar.

Aulia menilai perkembangan budaya populer dari luar daerah tidak boleh membuat masyarakat kehilangan karakter lokal. Identitas Kesultanan Kutai Kartanegara, adat, sejarah, dan kebudayaan daerah dinilai dapat menjadi bagian dari aktivitas di Arbizz Space.

“Kita ingin budaya kita juga ada di sini. Kita ingin budaya lokal kita juga tetap menjadi identitas,” ujarnya.

Dari sisi bisnis, Arbizz Space telah menyediakan 58 tenant dan seluruhnya telah terisi. Pelaku usaha yang mengisi kawasan tersebut tidak hanya berasal dari Tenggarong, tetapi juga dari sejumlah kecamatan lain di Kukar.

Aulia berharap aktivitas di kawasan tersebut terus berkembang, terutama pada sore hingga malam hari, sehingga memberikan dampak langsung terhadap pendapatan pelaku UMKM.

“Harapan kita ini setiap sore maupun malam ramai terus, sehingga teman-teman UMKM kita bisa mendapatkan income yang lebih,” katanya.

Panggung yang tersedia di kawasan tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pertunjukan seni dan budaya daerah.

Menurut Aulia, konsep Arbizz Space akan menjadi salah satu model yang dievaluasi Pemkab Kukar. Jika menunjukkan perkembangan positif, konsep ruang publik serupa dapat dikembangkan di titik-titik lain dengan karakter yang berbeda.

“Karena Kukar bukan hanya di Tenggarong. Kita tidak ingin semua tempat memiliki konsep yang sama,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah membuka peluang kolaborasi dengan pihak ketiga untuk mengelola sejumlah ruang publik, dengan tetap memastikan fasilitas yang dibangun untuk masyarakat dapat terawat dan memberikan manfaat.

Aulia menegaskan Arbizz Space merupakan bagian dari upaya memperluas ruang publik di Kukar. Pemerintah daerah juga berencana menghadirkan ruang terbuka atau hub serupa di kecamatan lain. (Adv/Ja)

6085768219885996691-min

TOPIK TERKAIT

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

TEKNOLOGI

TERPOPULER

HIBURAN

bannera

POLITIK