SINTESANEWS.ID – Kelompok Wanita Tani (KWT) Wanita Mandiri dari Desa Rapak Lambur sukses meraup omzet antara Rp 2 hingga 4 juta per bulan dari hasil penjualan sayur dan buah-buahan yang mereka tanam sendiri.
Beranggotakan 12 orang, kelompok ini menjual berbagai jenis sayuran dan buah-buahan seperti kangkung, buncis, tomat, terong, dan cabai, yang mereka kemas dengan harga Rp 5.000 per ikat.
“Kami kemas dan jual dengan harga terjangkau, Rp 5.000 per ikat,” ujar Titi Hartinah, salah satu anggota KWT, Minggu (20/10/2024).
Proses penanaman hingga panen berlangsung singkat, sekitar 60-70 hari, dan hasilnya bisa dipanen lebih dari sekali.
Produk mereka dijual di berbagai tempat, termasuk pasar, Car Free Day (CFD) di Tenggarong, serta kepada tengkulak dan konsumen di Samarinda.
Selain itu, KWT juga menggunakan pupuk kandang dari kotoran sapi dan ayam untuk mempercepat pertumbuhan tanaman.
Namun, menurut Hartinah, mereka sering kesulitan mendapatkan pupuk kandang di Desa Rapak Lambur.
“Kami sering kesulitan mencari pupuk, semoga pemerintah bisa membantu menyediakan pupuk yang lebih mudah ditemukan dan terjangkau harganya,” harap Hartinah. (Ir/ar)