SINTESANEWS.ID – PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) Perseroda mencatat kinerja positif sepanjang 2025.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025, perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) itu membukukan laba bersih sebesar Rp56,62 miliar.
Dari laba tersebut, RUPS menyetujui pembagian dividen total sebesar Rp24,75 miliar.
Pemkab Kukar menjadi penerima terbesar dengan nilai Rp24,50 miliar, sedangkan PT Tunggang Parangan memperoleh Rp148,52 juta dan PT Kutai Sejahtera Dambaan Etam (KSDE) sebesar Rp99 juta.
Direktur MGRM, Efri Novianto, mengatakan capaian laba tersebut ditopang terutama oleh penerimaan bagi hasil Participating Interest (PI) 10 persen pada Wilayah Kerja (WK) Mahakam dan WK Sanga-Sanga.
“Laba bersih tahun 2025 sebesar Rp56,629 miliar. Ini selain dari penerimaan bagi hasil pengelolaan PI 10 persen WK Mahakam, juga dari PI 10 persen WK Sanga-Sanga,” kata Efri dalam laporan tahunan perusahaan.
Menurutnya, penerimaan dari PI 10 persen WK Sanga-Sanga menjadi salah satu pencapaian penting MGRM. Persetujuan penerimaan PI tersebut diperoleh dari Menteri ESDM pada 22 Januari 2025, sementara dana bagi hasil periode 2018 hingga Maret 2025 baru diterima pada Mei 2025.
Dari sisi penerimaan, MGRM memperoleh dividen sebesar Rp20,95 miliar dari PT Migas Mandiri Pratama Kutai Mahakam (MMPKM) sebagai pengelola PI 10 persen WK Mahakam.
Sementara dari PT Migas Mandiri Pratama Sanga-Sanga (MMPSS), MGRM menerima dividen sebesar Rp30,94 miliar dari pengelolaan PI 10 persen WK Sanga-Sanga.
Di luar sektor PI, MGRM juga mencatat pendapatan operasional dan pendapatan operasional lainnya sebesar Rp8,32 miliar. Pendapatan tersebut berasal dari penjualan LPG, angkutan BBM, batching plant, penyewaan kendaraan dan gedung, jasa handling, investasi, hingga proyek RDMP Pertamina.
Efri menyebut kinerja tersebut turut ditopang pengembangan bisnis baru dan efisiensi belanja perusahaan.
“Manajemen terus melakukan pengembangan bisnis lainnya, disertai kebijakan efisiensi terhadap belanja-belanja tertentu yang masih dapat ditunda pelaksanaannya,” ujarnya.
Selain mencatat laba, MGRM juga menyelesaikan audit laporan keuangan tahun buku 2025 oleh KAP Kuncara Budi Santosa & Rekan. Hasil audit yang diserahkan pada 31 Maret 2026 memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Pada 2025, MGRM juga mendapatkan predikat BUMD terinovatif dari Bupati Kukar dalam Pekan Inovasi dan Kreativitas 2025. Penghargaan itu diberikan atas strategi perusahaan memanfaatkan lobi, aula dan ruang kerja untuk meningkatkan pendapatan.
Namun, Efri mengakui masih ada target perusahaan yang belum tercapai. Dari 13 indikator visi-misi dalam Rencana Bisnis MGRM 2023–2027, baru tujuh indikator yang berhasil dicapai pada 2025.
“Kami memohon maaf atas tidak optimalnya pencapaian target yang telah ditetapkan dalam Rencana Bisnis 2023–2027. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk pencapaian target pada tahun-tahun berikutnya,” kata Efri.
RUPS kemudian menerima laporan tahunan dan mengesahkan laporan keuangan MGRM tahun buku 2025. Pemegang saham juga memberikan acquit et de charge kepada Direksi dan Komisaris atas pengurusan dan pengawasan selama tahun buku tersebut, sepanjang tercermin dalam laporan tahunan dan laporan keuangan.
Untuk 2026, pemegang saham menyetujui RKAP Perubahan yang diajukan Direksi. MGRM juga mendapat penugasan untuk mengembangkan pembangunan SPBN di sentra-sentra nelayan serta membuka peluang pembentukan sejumlah anak perusahaan BUMD, dengan syarat terlebih dahulu dilengkapi kajian. (*)
































