Home » DPRD Kukar » Wandi: DPRD Kukar Berpihak ke Masyarakat dalam Sengketa Lahan Loa Kulu

Wandi: DPRD Kukar Berpihak ke Masyarakat dalam Sengketa Lahan Loa Kulu

Selasa,19 Agustus 2025 01:16WIB

Bagikan : Array

SINTESANEWS.ID – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Wandi, menegaskan pihaknya akan selalu berpihak pada masyarakat dalam setiap penyelesaian permasalahan lahan.

Hal ini ia sampaikan seusai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT. Niagamas Gemilang terkait persoalan lahan di Kecamatan Loa Kulu, Selasa (19/08/2025) di Ruang Rapat Banmus DPRD Kukar.

Menurutnya, penyelesaian yang baik harus menguntungkan kedua belah pihak.

“Prinsipnya kita ingin masyarakat tidak dirugikan, perusahaan juga tidak dirugikan. Menurut saya pribadi, apa yang ditawarkan perusahaan itu sudah sangat bagus,” ujar Wandi.

Ia kemudian menceritakan pengalamannya di Kecamatan Samboja, Kecamatan Loa Kulu, yang pernah mengalami persoalan lahan serupa. Sengketa tersebut berlangsung hingga satu dekade tanpa solusi yang jelas.

“Pernah kejadian di daerah saya di Samboja, sampai 10 tahun tidak selesai. Akhirnya masyarakat menangis, tidak mendapatkan apa-apa, diputuskan berpihak kepada perusahaan,” ungkapnya.

Berkaca dari pengalaman itu, ia menegaskan DPRD Kukar tidak ingin kasus yang sama terulang.

“Kami di DPRD berusaha berpihak kepada masyarakat. Kami mendesak agar tawaran ini bisa diterima dan disepakati bersama, supaya masyarakat tidak mengalami hal serupa,” katanya.

Menurut Wandi, tujuan utama DPRD adalah melindungi kepentingan masyarakat.

Ia tidak ingin ada pihak yang akhirnya dirugikan, apalagi masyarakat kecil yang berhadapan dengan perusahaan besar.

“Kami tidak ingin masyarakat kami menangis lagi. Itu saja kepentingan kami,” tegasnya.

Selain itu, Wandi juga menyinggung dinamika RDP kali ini yang dianggap sebagai rapat terlama di Komisi I DPRD Kukar.

“Terus terang, ini adalah pemecah rekor, RDP paling panjang dan paling lama,” ujarnya.

Kendati panjang, ia menilai rapat tersebut berjalan sesuai harapan. Semua pihak, baik masyarakat maupun perusahaan, memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan mencari jalan keluar.

“Tapi sesuai yang diharapkan, ini sudah luar biasa. Semua pihak diberikan ruang,” kata Wandi.

Ia pun mengapresiasi sikap perusahaan yang dinilai mau terbuka dalam mencari solusi bersama masyarakat.

Hal ini menurutnya bisa mempercepat jalan keluar dari konflik lahan yang selama ini berlarut.

“Harapannya persoalan ini segera selesai agar semua pihak bisa menerima hasilnya. Kalau kita perpanjang lagi, bisa sampai malam. Jadi lebih baik kita tuntaskan segera,” pungkasnya. (Adv/fi)

6085768219885996691-min

TOPIK TERKAIT

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

TEKNOLOGI

TERPOPULER

HIBURAN

bannera

POLITIK