SINTESANEWS.ID – Komisi II DPRD Kalimantan Timur meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di bawah naungan Pemerintah Provinsi Kaltim untuk lebih agresif dalam mengembangkan usaha dan memaksimalkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, menilai BUMD memiliki peran strategis sebagai salah satu instrumen utama untuk meningkatkan kemandirian fiskal daerah. Namun hingga kini, menurutnya, kontribusi yang diberikan masih belum optimal.
“Kami mendorong agar perusahaan daerah benar-benar fokus pada sektor bisnis potensial yang bisa memberikan dampak nyata, baik bagi pendapatan perusahaan maupun daerah,” ujar Sabaruddin
Kamis 22 Mei 2025.
Dalam rapat tersebut, dua BUMD Kaltim memaparkan rencana pengembangan usaha di sejumlah sektor baru yang dinilai menjanjikan, antara lain pengelolaan gas, limbah, distribusi LPG, dan eksplorasi sumur minyak.
Sabaruddin mengatakan pihaknya akan mengklasifikasikan sektor mana saja yang layak menjadi prioritas, berdasarkan kajian kelayakan dan potensi pendapatan jangka panjang.
“Dari beberapa sektor bisnis yang disampaikan, nanti kita lihat mana yang realistis untuk dikembangkan lebih dulu. Jangan sampai terlalu banyak rencana tapi tidak fokus,” tegasnya.
Ia menambahkan, jika dikelola dengan baik, unit-unit usaha BUMD tersebut berpeluang besar menghasilkan dividen yang signifikan untuk kas daerah. Terlebih di tengah tekanan efisiensi anggaran, optimalisasi PAD menjadi salah satu solusi untuk menjaga keberlanjutan pembangunan.
“Dividen dari BUMD bisa menjadi pemasukan penting bagi APBD. Jadi harus dimaksimalkan, bukan sekadar bertahan hidup,” pungkasnya.(adv)
































