Home » Berita Utama » Ade Armando Mundur dari Cokro TV

Ade Armando Mundur dari Cokro TV

Senin,7 Agustus 2023 10:13WIB

Bagikan :
Ade Armando. (Istimewa)

SINTESANEWS.ID – Pegiat media sosial Ade Armando menyatakan mundur dari posisinya sebagai host di Cokro TV karena dilarang mengkritik PDIP.

Hal itu awalnya disampaikan Ade melalui unggahan di media sosial Instagramnya pada Senin (7/8/2023). Dia mengaku dilarang mengkritik PDIP karena dianggap akan mengurangi elektabilitas bakal calon presiden (Bacapres) dari PDIP Ganjar Pranowo.

Mantan dosen Universitas Indonesia (UI) ini bercerita larangan kritik itu telah terjadi sejak Juni 2023 lalu. Kala itu, dia membuat konten terkait kontrak politik Ganjar dan PDIP.

Ade pun menyebut terdapat sejumlah aktivis Ganjarian di tubuh Cokro TV. Adapun konten itu juga dikhawatirkan berdampak pada citra Cokro TV. Dalam situsnya, Cokro TV menyatakan bahwa Cokro TV adalah media alternatif yang menyajikan konten-konten untuk pencerdasan publik. Disajikan dengan ringan dan menggembirakan.

Belakangan, seiring dengan makin panasnya suhu politik, Ade merasa kebebasan yang sebelumnya dimiliki host Cokro TV tak lagi ada.

“Dinyatakan bahwa Cokro ini sebuah kanal untuk memperjuangkan Ganjar. Kan saya bilang, kan saya tidak menyerang Ganjar, saya menyerang PDIP. Saya justru menganggap yang dilakukan PDIP merugikan Ganjar. Tapi tetap dikatakan enggak bisa. Ketika itu saya merasa Cokro TV telah kehilangan marwah aslinya,”ujar Ade, Senin (7/8/2023).

“Host-host Cokro TV itu punya kebebasan. Siapa pun bisa bicara. Cuma semangat itu yang sekarang ditinggalkan oleh Cokro TV. Saya merasa ya sudah bukan tempatnya saya berada di sini. Apalagi kemudian memang saya mendengar bahwa ada kisah-kisah yang kurang pantas saya ungkapkan mengenai policy-nya redaksi Cokro TV saat ini, keberpihakan mereka kepada PDIP itu dengan kaitannya dengan Ganjar menurut saya sudah tidak sehat. Saya memutuskan mundur,” sambung Ade.

Ade sempat menyinggung dirinya sudah lebih dari dua tahun menjadi bagian Cokro TV.

Ade menyebut pihak yang melarangnya mengkritik PDIP adalah CEO Cokro TV Nong Darol Mahmada selaku pimpinan yang memiliki otoritas. Adapun Nong disebut didukung oleh host Cokro lain, yakni Denny Siregar, Eko Kuntadhi, dan Ahmad Sahal.

Politikus PSI ini mengaku telah mendiskusikan keinginan untuk mundur dengan pimpinan dan internal Cokro TV melalui percakapan grup WhatsApp. Hingga pada akhirnya Minggu (6/8/2023) dia menyatakan mundur dalam percakapan itu.

“Saya sendiri adalah pendukung Ganjar. Mereka juga pendukung Ganjar. Tapi saya merasa saya harus mengutarakan kritik saya terhadap PDIP. Mereka enggak mau. Itu saja, dan itu mengecewakan bagi saya,” kata Ade.

Ade menyebut akan mengurus administrasi pengunduran dirinya dari Cokro TV pada hari ini, Senin (7/8/2023).

Lebih lanjut, Ade menduga adanya intervensi pihak PDIP dengan kebijakan redaksi Cokro TV. Hal itu, nilai Ade, yang membuat dirinya dilarang mengkritik partai berlambang banteng tersebut.

“Saya bicara begini karena saya mendengar ya. Lagi-lagi tidak ada bukti. Tapi mendengar dari sumber yang dipercaya bahwa ada Pimpinan PDIP yang bilang ke pada sumber itu Ade Armando di Cokro TV sudah ditertibkan. Bukan (sumber orang internal Cokro TV), tapi orang politik. Ada Pimpinan Tinggi PDIP yang bilang Ade Armando sudah ditertibkan,” ucap dia.

“Yang intervensi PDIP itu dugaan ya,” imbuhnya.

Respons Cokro TV

Sementara CEO Cokro TV Nong Darol Mahmada membantah bahwa pihaknya melarang Ade Armando mengkritik PDIP.

“Saya enggak pernah melarang kak Ade untuk mengkritik PDIP atau apapun, selama kak Ade bisa mempertanggungjawabkan gagasan dan opininya,” kata Nong.

Nong mengatakan, saat ini mulai memasuki masa tahapan Pilpres. “Dan melihat konten-konten kak Ade yang soal PDIP Vs PSI, atau kritik PDIP terhadap Ganjar yang dampaknya merugikan Ganjar, akhirnya di WAG internal Saya mengingatkan kak Ade kalau Cokro TV untuk Pilpres ini enggak akan bersikap netral,” ujarnya.

Kata Nong, Cokro TV tetap akan tegak lurus terhadap Jokowi dengan cara berjuang untuk kemenangan Ganjar menjadi presiden.

“Cokro TV itu enggak ada urusannya dengan partai, apalagi ada intervensi PDIP. Yang dijaga Cokro TV jangan sampai menyerang partai yang dampaknya akan ke Ganjar. Di Cokro TV malah ada banyak host dari PSI, jelas mereka ini mendukung ganjar dan isu teman-teman PSI yang dibawa itu isu soal toleransi dan melawan radikalisme untuk merawat dan menjaga NKRI. PSI kan DNA-nya sebenarnya itu,” ujarnya.

Jadi, Nong meminta agar konten terkait Pilpres di Cokro TV tidak boleh ada yang mendukung Prabowo dan tegak lurus pada kemenangan Ganjar.

“Karena sesuai dengan tujuan Cokro TV di awal berdirinya Cokro TV ini merupakan media perjuangan melawan kebatilan yang diwakili oleh Rizieq dan Prabowo. Mengkritik Prabowo justru jadi alasan utama membuat Cokro TV,” katanya.

Nong menambahkan, Ganjar memiliki rekam jejak yang sangat tegas menolak radikalisme dan intoleransi. “Banyak banget buktinya,” ujar Nong.

Nong menegaskan, Cokro TV memilih Ganjar sebagai penerus Jokowi, ingin menunjukkan bahwa Cokro TV punya prinsip. “Itulah yang akan Cokro TV pegang terus,” kata Nong.

Sumber : CNN Indonesia

6085768219885996691-min

TOPIK TERKAIT

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

3433823

TEKNOLOGI

TERPOPULER

HIBURAN

bannera

POLITIK