SINTESANEWS.ID – Serapan anggaran APBD Perubahan Kukar tahun 2023 diprediksi rendah, meski anggarannya naik signifikan menjadi Rp 11,8 triliun.
Bupati Kukar Edi Damansyah mengatakan, pihaknya masih menunggu laporan akhir tahun untuk mengetahui besar serapan anggaran di daerah.
Edi mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti berapa besar serapan anggaran pada APBD-P 2023 ini. Ia mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil kerja di lapangan yang akan terlihat di minggu ketiga bulan Desember ini.
“Nanti, saat ini sedang berproses. Terkait besar serapannya nanti akan terlihat di minggu ketiga di bulan Desember ini,” kata Bupati Edi pada Senin (25/12/2023).
Ia mengaku pesimis bahwa serapan anggaran akan mencapai 100 persen. Ia mengatakan, pihaknya tetap berusaha mengoptimalkan serapan anggaran di daerah, meski diperkirakan tidak mencapai angka 100 persen.
“Ya kalau mencapai 100 persen kemungkinan tidak, tapi untuk saat ini belum bisa saya pastikan berapa anggaran yang terserap. Kita tunggu saja nanti di laporan akhir tahun kita, ya,” ujarnya.
Diketahui, APBD-P Kukar tahun 2023 naik sekitar Rp 5,6 triliun dari APBD Murni 2023 yang hanya sebesar Rp 7,2 triliun. Kenaikan ini diprediksi akan mengakibatkan Silpa di daerah.(In)