Home » Daerah » Kutai Kartanegara » Muhammad Samsun Nilai Demokrasi Indonesia Kian Liberal

Muhammad Samsun Nilai Demokrasi Indonesia Kian Liberal

Kamis,17 November 2022 06:32WIB

Bagikan :
Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun menyampaikan sambutan dalam pembukaan kegiatan Musyawarah Cabang Ikapakarti Loa Kulu. (Sintesa News)

SINTESANEWS.ID – Indonesia dinilai kian bergerak ke arah demokrasi liberal. Hal ini dianggap bertentangan dengan falsafah Pancasila yang mengedepankan asas musyawarah dan mufakat.

Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun menjelaskan bahwa para pendiri Indonesia telah mencetuskan demokrasi negara ini berasaskan Pancasila.

“Demokrasi Pancasila itu sebenarnya musyawarah mufakat,” katanya saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Musyawarah Cabang Ikapakarti Loa Kulu pada Rabu (17/11/2022).

Sistem pemilihan Indonesia saat ini, sambung dia, belum mencerminkan perintah Pancasila. Pasalnya, calon yang terpilih ditentukan berdasarkan suara terbanyak.

“Demokrasi kita didasarkan suara terbanyak. Masih liberal. Berebut banyak suara, akhirnya banyak-banyakan isi tas,” ujarnya.

Ia meyakini bahwa cara pemilihan yang demikian tidak ideal bagi karakteristik bangsa Indonesia, baik dilihat dari sejarah maupun kondisi bangsa ini di era kiwari.

Para pemimpin bangsa Indonesia, sambung dia, sudah memikirkan berbagai formulasi untuk menerapkan sistem demokrasi yang lebih ideal di Indonesia.

Mengutip dari buku Mengenal Lebih Dekat Demokrasi di Indonesia (2012) yang ditulis oleh Nadhirun, sejarah demokrasi di Indonesia dimulai pada awal abad ke-20.

Pada fase ini, Indonesia masih mengalami penjajahan oleh Belanda dan pemikiran demokrasi modern dari Barat sudah mulai masuk ke Indonesia.

Anak-anak muda dan mahasiswa yang mengenyam pendidikan di Eropa banyak membaca ide-ide demokrasi melalui buku serta ruang-ruang diskusi terbuka.

Kemudian, mereka banyak mendapatkan inspirasi mengenai konsep negara demokrasi yang terbuka dan sangat kontradiktif dengan Indonesia.

Generasi pertama yang merasakan bagaimana demokrasi di negara-negara Eropa adalah Mohammad Hatta yang kelak menjadi Wakil Presiden Indonesia. Hatta belajar di Belanda dan menyerap berbagai ide-ide demokrasi.

Di generasi Hatta ini, ide-ide demokrasi meresap di benak anak muda Indonesia dan memulai gerakan-gerakan kemerdekaan. Mengalami banyak ganjaran karena transisi dari penjajahan Belanda ke penjajahan Jepang, akhirnya kemerdekaan resmi diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.

Fase berikutnya, Indonesia menerapkan demokrasi parlementer, demokrasi terpimpin, demokrasi Pancasila era Orde Baru, dan demokrasi di era Reformasi, yang dinilai oleh sejumlah pihak, termasuk Samsun, kian mengarah pada sistem demokrasi liberal. (adv/mb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6085768219885996691-min

TOPIK TERKAIT

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

3474362364620514386-min

TEKNOLOGI

TERPOPULER

HIBURAN

bannera

POLITIK