Home » DPRD Kukar » Isu Gender Jadi Sorotan DPRD Kukar

Isu Gender Jadi Sorotan DPRD Kukar

Senin,4 Agustus 2025 08:16WIB

Bagikan : Array

SINTESANEWS.ID – DPRD Kutai Kartanegara kembali menegaskan pentingnya pembangunan sumber daya manusia dalam pembahasan Rancangan Awal RPJMD Kukar Tahun 2025–2029.

Salah satu sorotan tajam datang dari Anggota Komisi I DPRD Kukar, Sri Muryani, yang menekankan perlunya menempatkan isu pemberdayaan perempuan sebagai bagian penting dalam dokumen perencanaan pembangunan jangka menengah daerah tersebut.

Dalam rapat pembahasan yang digelar Senin (4/8/2025) di Ruang Rapat Banmus DPRD Kukar, Sri Muryani menyampaikan bahwa selama ini persoalan pemberdayaan perempuan kerap kali dipandang sebelah mata.

“Kadang mereka berpikir bahwa pemberdayaan perempuan itu hanya pelatihan-pelatihan. Padahal di sana ada isu besar, yaitu isu gender yang harus ditangani secara serius,” ungkap politisi Golkar dari Dapil 6 ini.

Ia menyoroti peningkatan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak setiap tahunnya di Kutai Kartanegara.

“Ini bukan masalah kecil. Harus ada perhatian dalam pembangunan kita, karena pembangunan itu bukan hanya infrastruktur atau belanja-belanja fisik, tapi juga pembangunan manusianya,” tegasnya.

Tak hanya itu, Sri Muryani juga menyoroti kondisi Rumah Aman yang dinilainya tidak layak untuk mendukung perlindungan korban kekerasan.

“Saya sudah lihat langsung. Bangunannya memang ada, tapi fasilitas dalamnya tidak mendukung. Tempat tidur tidak ada, WC dan dapur pun tidak layak. Bagaimana mungkin itu bisa disebut rumah aman?” ujarnya.

Ia meminta agar Pemkab Kukar dan jajaran perencana pembangunan daerah lebih serius menempatkan isu-isu kesetaraan gender dalam skala prioritas pembangunan.

Menurutnya, antara laki-laki dan perempuan tidak ada yang lebih tinggi, karena yang membedakan hanyalah ketakwaan seseorang.

“Allah saja menempatkan manusia setara, yang membedakan hanya takwa. Maka kenapa kepala keluarga bisa dari kalangan perempuan? Itu karena Tuhan ingin menunjukkan bahwa perempuan punya peran dan kedudukan yang sama. Ini harus tercermin dalam RPJMD kita,” pungkasnya.

Rapat pembahasan RPJMD ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, serta dihadiri Sekda Kukar Sunggono, Plt Kepala Bappeda Kukar Syarifah Vanesa Vilna, unsur pimpinan DPRD seperti Abdul Rasyid, Junadi, Aini Farida, serta anggota dari berbagai fraksi. (Adv/fi)

6085768219885996691-min

TOPIK TERKAIT

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

TEKNOLOGI

TERPOPULER

HIBURAN

bannera

POLITIK