Home » Kolom » Mengapa Petroyuan Mengguncang Washington?

Mengapa Petroyuan Mengguncang Washington?

Senin,21 Maret 2022 01:22WIB

Bagikan :

Oleh: Mentimoen*

China mau membeli minyak dengan yuan. Amerika seperti tersengat petir, panik, ramai dibicarakan. Kenapa begitu? Saat ini, USD menjadi mata uang cadangan devisa dunia yang paling besar. Cadangan devisa adalah mata uang asing yang dipegang bank sentral sebuah negara yang digunakan sebagai uang simpanan dan penyangga transaksi internasional negara tersebut.

Untuk mengerti masalah ini, perlu diketahui, bagaimana USD bisa mencapai level setinggi itu? Dulu, cara pembayaran perdagangan internasional yang paling disukai adalah dengan emas dan perak. Sewaktu Dinasti Qing, mereka hanya mau menerima pembayaran dalam kedua logam itu.

Tetapi karena tidak fleksibel menggunakan logam, maka mereka memakai mata uang kertas, yang nilainya didukung dengan emas. Namanya gold standard. Pemerintah yang mengeluarkan mata uang harus bisa mengganti mata uangnya ke emas dengan nilai tukar yang tetap.

Waktu Perang Dunia I berkecamuk di Eropa, negara-negara Eropa yang berperang kerepotan membiayai perang. Emas tidak cukup untuk membiayainya. Karena itulah mereka mencetak duit banyak tanpa didukung oleh persediaan emas. Nilai mata uang pun mengalami depresiasi.

Manfaatkan Perang Dunia

Waktu itu, posisi Amerika Serikat (AS) seperti posisi China kini, yaitu baru naik menjadi negara dengan Gross Domestic Product (GDP) paling besar, dan merupakan negara pengekspor utama.

Saat negara-negara Eropa berperang, Amerika justru sibuk mencari duit dengan mengekspor banyak produk ke Eropa, termasuk persenjataan.

Lalu, negara Eropa mau membayar pakai apa produk-produk Amerika? Amerika tidak mau menerima mata uang Eropa. Kertas itu tidak ada gunanya. Tetapi Eropa tidak mempunyai mata uang Amerika. Jadilah Eropa membayar produk-produk impor dengan emas.

Sehingga mengalirlah emas ke Amerika. Hal ini membuat AS memiliki emas terbanyak. Kondisi ini berlangsung sampai Perang Dunia II. Eropa megap-megap emasnya disedot oleh Amerika. Bagaimana caranya supaya ekonomi Eropa pasca perang bisa naik, dan ekspor Amerika terus melejit ke Eropa? Amerika punya ide jitu, “Bagaimana kalau kalian memakai USD saja sebagai patokan mata uang?”

Maka dari itu, muncul kesepakatan bahwa setiap mata uang Eropa dipatok ke USD, dan USD dipatok ke emas. Berarti itu masih gold standard. Cuma via proksi USD. Untuk mendapatkan USD, Eropa menyerahkan emasnya ke Amerika. Amerika menyimpannya dalam gudang yang dijaga ketat.

Kemudian Amerika juga bersikap baik pada Eropa. Eropa diberi bantuan Marshall Plan. Pada dasarnya hal ini mengalirkan USD ke Eropa, yang bisa digunakan untuk mengimpor produk-produk Amerika sehingga ekonomi Eropa bisa berjalan.

Di sini kita lihat USD terus keluar dari Amerika. Bertambah terus di Eropa. Dengan banyaknya USD di Eropa, mereka bisa menggunakannya untuk bertransaksi satu sama lain dengan uang tersebut. Jadilah USD mata uang transaksi internasional.

Intinya adalah, harus ada cara mengalirkan USD keluar Amerika. Dengan mengucurkan USD keluar Amerika, artinya jumlah USD di luar semakin banyak, semakin bisa dipakai untuk transaksi.

Tetapi karena perkembangan ekonomi dan perdagangan, tentu perlu lebih banyak lagi USD. Bagaimana caranya terus mengalirkan USD keluar Amerika? Caranya adalah memekarkan peran Amerika di luar negeri, termasuk membuat perang sebanyak-banyaknya. Dalam perang Korea, Amerika harus mencetak banyak uang untuk kebutuhan perang. Untuk suplai, Jepang juga kebagian rezeki. Amerika membeli produk-produk Jepang dengan USD. Dilanjutkan dengan Perang Vietnam dan perang-perang lain.

Ekonomi Amerika membengkak, selalu defisit. Perdagangan defisit itu memang disengaja, karena kalau defisit, berarti USD keluar Amerika. Sebab, impor Amerika lebih besar dari USD masuk karena ekspor Amerika.

USD mengalir keluar. Bisa dibilang, Amerika mendapat rezeki karena USD dipakai sebagai mata uang transaksi dunia. Dengan demikian, dia bisa terus mencetak duit.

Uang USD yang dipegang oleh negara lain tidak bisa diklaim ke Amerika untuk diubah menjadi emas dengan nilai tukar tetap atau ke mata uang lain.

Amerika tidak bertanggung jawab menyediakan mata uang lain, atau emas, untuk ditukar dengan USD. Silakan transaksi sendiri di pasar uang atau pasar komoditas.

Karena besarnya USD beredar, USD kurang lebih stabil dari permainan forex dunia. Yang gampang terguncang itu mata uang lain.

Dari semua mata uang dunia yang ada, hanya Euro yang mempunyai cukup pangsa selain USD, karena pasar Euro yang besar, transaksi internal EU tinggi.

USD Sebesar Macan

Karena besarnya ekonomi China, jelas China mempunyai potensi untuk memperbesar pangsa yuan. Dari segi GDP, Amerika, Eropa dan China ada di satu kelompok 3 besar yang jauh lebih besar daripada GDP entity ekonomi lain dunia. GDP China saat ini 73% dari AS (nominal), dan 118% dari AS (PPP). Jadi, keduanya kira-kira setara.

Walaupun dari segi GDP China tidak berbeda banyak dengan AS, dari segi pangsa mata uang, China jelas sangat kecil dibandingkan Amerika. Karena mempunyai potensi, jika pangsa yuan kemudian lebih besar, hal itu akan mengambil pangsa USD.

Amerika tidak terlalu khawatir dengan ancaman yuan selama ini, karena China mengontrol mata uangnya secara ketat. Pasalnya, China menginginkan stabilitas, dan tidak ingin yuan menjadi bahan permainan spekulan dunia yang menggoyangkan stabilitas ekonomi China.

Karena perdagangan internasional China besar, bagaimana kalau sebagian transaksi dengan China dilakukan dalam yuan? China membeli produk negara lain dalam yuan. Negara itu bisa menggunakan yuan untuk membeli produk China. Dengan cara ini, yuan tidak perlu dikonversi bolak-balik ke USD, dan kestabilan yuan tetap terjaga walau dipakai di luar China (offshore). Tujuan China, meningkatkan penggunaan yuan offshore tanpa menganggu kestabilan.

Tentunya sudah ada transaksi memakai yuan dengan banyak negara di dunia, tetapi nilainya kecil. Selama nilainya kecil, Amerika santai-santai saja. Tidak apa-apa. Cuma seperti kucing kecil, tak berpengaruh pada USD yang sudah sebesar macan.

Tetapi angin sepoi-sepoi yuan internasional ini akan berubah jika Saudi menerima pembayaran minyaknya dalam yuan, karena nilainya besar. Dan jika Saudi sudah melakukannya, maka negara-negara yang menjadi eksportir minyak akan melakukan hal yang sama. Rusia sudah siap mengikuti langkah ini.

Hal ini akan membuat offshore yuan melejit. Jika jumlah yuan di luar China melejit, negara-negara akan mulai merasa enak untuk saling bertransaksi menggunakan yuan. Itu berbahaya bagi Amerika. Berarti pangsa USD turun. Jika permintaan USD turun, Amerika tidak bisa mencetak duit banyak. AS tidak lagi menikmati defisit perdagangan tinggi.

Jika situasi ini tak terkendalikan, bisa-bisa ada negara yang tidak mau menerima USD sebagai alat pembayaran. Yang jual minyak lebih mau menerima yuan. Apa jadinya jika Amerika harus membeli yuan untuk bisa membeli minyak? Harus punya cadangan devisa?

Amerika adalah negara yang tidak merasa perlu cadangan devisa. Untuk apa simpan mata uang asing? Kalau mau beli barang, tinggal cetak duit USD lebih banyak. Tidak seperti Indonesia misalnya yang setengah mati mencoba meningkatkan ekspor demi mendapatkan devisa untuk membiayai impor.

Jika Amerika harus mempunya devisa, itu adalah hal yang akan menghancurkan seluruh perspektif dan paradigma peran Amerika di dunia ini. Tiba-tiba Amerika harus seperti negara lain, setengah mati menyeimbangkan neraca perdagangan.

Ancaman Datang dari Yuan

Senator Ben Sasse dengan tegas bilang: deal minyak Saudi dengan China itu sesuatu yang besar dan buruk yang bisa menandakan pergeseran kekuasaan global dari Amerika. AS takut kalau dirinya tidak lagi di tengah pusaran dunia. Tergeser menjadi penonton.

Inti dari kekuatan Amerika di dunia saat ini adalah USD. Bukan senjata. Bukan nuklir. Karena USD itulah Amerika bisa menjatuhkan sanksi pada Rusia, walaupun devisa Rusia ditaruh di Eropa. Karena ternyata ujung-ujungnya semua kembali dibelikan kertas berharga Amerika.

Walau Rusia mempunyai lebih banyak hulu ledak nuklir, China mau membuat senjata hypersonic yang bisa sampai mengorbit keluar angkasa yang tidak dimiliki Amerika, itu semua tidak mengguncang Amerika.

Tetapi petroyuan akan menjadi hantaman kencang. Shock! Jika China kini mau memperbesar pangsa pasar yuan, mau tidak mau harus membeli banyak komoditas negara lain dengan yuan. Neraca perdagangan yuan dengan negara lain harus defisit. Semakin tinggi defisit, semakin baik. Untuk bisa memberikan efek besar, defisit neraca perdagangan yuan China harus besar sekali.

Apakah China siap? Untuk bisa membeli banyak, China harus mempunyai tempat penyimpanan besar-besaran. Fungsi komoditas itu sudah menggantikan fungsi standar emas. Jadi standar komoditas.

Amerika bisa sampai titik seperti sekarang karena selama puluhan tahun dengan neraca perdagangan defisit. Defisit itu sudah terakumulasi sekian puluh tahun sehingga USD offshore besar sekali jumlahnya.

China tidak mempunyai kelegaan dan keenakan seperti Amerika yang ketiban rezeki sejarah, karena dua perang dunia di Eropa memungkinkan dia melakukan hal ini.

Usaha China untuk mengakumulasi offshore yuan akan jauh lebih sukar. Tetapi bukan tidak bisa dilakukan. Tidak mungkin konsumsi domestik China bisa naik begitu tinggi untuk bisa menghasilkan defisit neraca perdagangan sebegitu besar. Karena itulah satu-satunya cara adalah dengan menimbun. Beli produk tahan lama untuk ditimbun sebagai cadangan.

Dalam proses pembelian dan penimbunan besar-besaran, China akan menambah banyak surplus bagi negara-negara eksportir, dan pastinya banyak di antaranya negara-negara berkembang di Asia-Afrika. Jika proses ini dibarengi dengan cara peningkatan kualitas manusia dan ekonomi di sana, efeknya akan besar.

Cara lain adalah menambah suplai uang dengan memberikan pinjaman luar negeri dalam yuan. Baik membeli komoditas untuk ditimbun dan memberikan pinjaman, itu jelas meningkatkan jumlah nilai uang beredar.

Bagaimana cara menstabilkannya? Ini bukan pekerjaan mudah. Saya yakin, cepat atau lambat, peran USD akan menurun. Entah kemudian diganti oleh yuan, atau sekelompok basket mata uang, dan sebagainya. Saat ini terlihat yuan yang paling siap memekarkan diri. Proses penurunan USD jelas tidak akan seperti letusan cepat, tetapi pelan-pelan. Fading away. (*Artikel ini merupakan utas penulis yang kami ambil dari Tweeter. Kami mengubah beberapa bagian, namun tak menghilang esensi dari catatan asli penulis)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

6085768219885996691-min

TOPIK TERKAIT

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

3474362364620514386-min

TEKNOLOGI

TERPOPULER

HIBURAN

bannera

POLITIK