Home » Daerah » Samarinda » Ketua DPRD Samarinda Dorong Penguatan Pariwisata dan Kuliner sebagai Penggerak Ekonomi Non-Tambang

Ketua DPRD Samarinda Dorong Penguatan Pariwisata dan Kuliner sebagai Penggerak Ekonomi Non-Tambang

Sabtu,10 Oktober 2026 01:52WIB

Bagikan : Array

SINTESANEWS.ID – Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mendorong percepatan transformasi ekonomi daerah dengan mengoptimalkan sektor pariwisata, kuliner, perhotelan, serta perdagangan dan jasa. Langkah ini sejalan dengan arah Samarinda menuju *zero tambang* dan upaya membangun sumber pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Menurut Helmi, keterbatasan lahan serta dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan menjadi pertimbangan penting bagi Samarinda untuk memperkuat sektor ekonomi alternatif. Dengan karakteristik wilayah yang didominasi kawasan permukiman dan pusat pemerintahan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai memiliki peluang besar untuk menopang perekonomian kota.

“Kalau bicara wilayah memang Samarinda untuk lahan tambang kan terbatas. Jadi khusus untuk Samarinda kita lebih menekankan kepada usaha-usaha skala mikro dan makro,” ujar Helmi Abdullah, Sabtu (10/10/2026).

Ia menilai, potensi ekonomi Samarinda tidak semestinya hanya bertumpu pada pemanfaatan sumber daya alam. Sektor jasa, pariwisata, dan usaha kuliner dapat menjadi penggerak ekonomi baru apabila dikelola secara terarah dan didukung kebijakan pemerintah daerah.

Karena itu, DPRD mendorong pemerintah kota memperkuat pengembangan destinasi wisata, meningkatkan daya saing usaha kuliner, serta membuka peluang pertumbuhan bagi bisnis perhotelan dan perdagangan. Pengembangan sektor-sektor tersebut diharapkan mampu memperluas aktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kita lebih banyak nanti kepada bagaimana meningkatkan pendapatan pada wisata, kuliner, perhotelan, perindustrian. Karena memang lahan tambang kita terbatas di sini,” terangnya.

Helmi menegaskan, arah kebijakan ekonomi perlu disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing daerah. Samarinda, dengan keterbatasan wilayah untuk aktivitas pertambangan, dinilai perlu mengambil pendekatan berbeda melalui penguatan ekonomi berbasis jasa dan usaha produktif masyarakat.

Menurutnya, kebijakan menuju *zero tambang* tidak dapat disamaratakan untuk seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Setiap daerah memiliki kondisi wilayah, potensi sumber daya, serta kebutuhan pembangunan yang berbeda sehingga strategi ekonominya perlu dirancang sesuai karakter masing-masing.

“Tapi bagi daerah-daerah lain saya kira cukup punya potensi yang sangat besar untuk menggarap tambang itu. Jadi mungkin beda wilayah, beda juga kebijakannya,” pungkas Helmi.

DPRD Samarinda berharap peralihan orientasi ekonomi tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat sektor usaha lokal, membuka peluang kerja, dan meningkatkan pendapatan daerah. Dengan pengembangan pariwisata, kuliner, perhotelan, industri, dan perdagangan jasa secara konsisten, Samarinda diharapkan mampu membangun fondasi ekonomi yang lebih beragam dan berkelanjutan. (ADV/RZL)

6085768219885996691-min

TOPIK TERKAIT

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

TEKNOLOGI

TERPOPULER

HIBURAN

bannera

POLITIK