Home » Advertorial » Diskominfo Kukar » Kemitraan Perusahaan dan Warga Jadi Andalan Disbun Kukar Cegah Karhutla

Kemitraan Perusahaan dan Warga Jadi Andalan Disbun Kukar Cegah Karhutla

Kamis,15 Oktober 2026 10:12WIB

Bagikan : Array

SINTESANEWS.ID – Pelibatan masyarakat menjadi salah satu strategi yang didorong Dinas Perkebunan (Disbun) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk memperkuat pencegahan kebakaran lahan dan kebun.

Melalui Kelompok Tani Peduli Api, warga dapat membantu perusahaan memantau wilayah perkebunan dan mengantisipasi munculnya titik api.

Kepala Disbun Kukar, Muhammad Taufik, mengatakan PT Prima Mitrajaya Mandiri (PMM) telah menjalin kemitraan dengan kelompok masyarakat di Rantau Hempang dan Muara Kaman Ilir.

“Kelompok ini membantu patroli dan memantau potensi titik api di sekitar perusahaan,” ujar Taufik saat diwawancarai di Kantor Lurah Melayu, Kamis (15/10/2026).

Pembentukan dan pembinaan kelompok tersebut mendapat fasilitasi dari Disbun Provinsi Kalimantan Timur dan Disbun Kukar. Dengan keterlibatan masyarakat, pengawasan di sekitar kawasan perkebunan diharapkan dapat berjalan lebih optimal.

Taufik menilai pencegahan kebakaran membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Perusahaan tidak cukup hanya mengandalkan peralatan pemadam, tetapi juga harus memastikan personel dan sistem penanganan kebakaran siap digunakan.

“Kesiapan peralatan harus didukung SDM dan tata kelola yang baik,” katanya.

Untuk memastikan hal tersebut, Disbun Kukar bersama OPD dan instansi terkait melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana pengendalian kebakaran milik perusahaan perkebunan. Kesiapan ini juga menjadi salah satu aspek yang diperhatikan pemerintah dalam proses perizinan usaha perkebunan.

Pengawasan dilakukan di sejumlah sentra perkebunan, seperti Muara Kaman, Muara Badak, Kembang Janggut, dan Tabang. Muara Kaman menjadi salah satu wilayah perhatian karena memiliki kawasan perkebunan kelapa sawit yang luas dan sejumlah kejadian kebakaran.

Di sisi lain, Taufik menyebutkan beberapa perusahaan di Muara Badak mengalami kebakaran yang berdampak pada beberapa hektare lahan. Disbun Kukar terus menghimpun data kejadian tersebut untuk dilaporkan kepada BPBD dan pemerintah provinsi.

Ia mengatakan perusahaan telah diingatkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran. Pemerintah daerah juga terus mengawal upaya pencegahan agar perusahaan menjalankan kewajibannya.

“Jangan sampai pengawasan hanya dilakukan ketika api sudah muncul,” tegasnya.

Taufik berharap perusahaan dapat memperkuat kerja sama dengan masyarakat dan memastikan seluruh perangkat pengendalian kebakaran berfungsi dengan baik.

“Pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui kesiapan perusahaan dan pengawasan bersama,” tutupnya. (Adv/Ja)

6085768219885996691-min

TOPIK TERKAIT

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

TEKNOLOGI

TERPOPULER

HIBURAN

bannera

POLITIK