Home » Daerah » Kutai Kartanegara » Hadapi Banyak Tantangan, Kades Giri Agung Tetap Berkomitmen Sukseskan Program Pengembangan Jagung

Hadapi Banyak Tantangan, Kades Giri Agung Tetap Berkomitmen Sukseskan Program Pengembangan Jagung

Jumat,1 April 2022 01:38WIB

Bagikan :
Kepala Desa Giri Agung, Supriyadi. (Sintesa News)

Kukar, sintesanews.id – Meski menghadapi berbagai tantangan dalam mendorong para petani menanam jagung hibrida, Kepala Desa Giri Agung Supriyadi mengaku akan tetap berusaha secara maksimal untuk menjalankan program tersebut.

Dia mengungkapkan, Pemerintah Desa (Pemdes) Giri Agung telah mengambil sejumlah langkah untuk menyukseskan program penanaman jagung di desa yang terletak di Kecamatan Sebulu itu, salah satunya memperbaiki akses jalan menuju lahan yang digunakan untuk penanaman jagung.

Sementara dari pihak perusahaan serta Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), para petani telah diberikan bantuan bibit jagung, obat, dan pupuk.

Perusahaan pun telah berkomitmen untuk membeli seluruh jagung petani dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 4.000 per kilogram.

Namun, Pemdes Giri Agung menghadapi tantangan karena para petani masih minim yang mau menggarap lahan untuk penanaman jagung. Pasalnya, mereka lebih tergiur dengan pendapatan dari pekerjaan sebagai buruh kelapa sawit dan karet.

Setiap bulan warga bisa mendapatkan penghasilan Rp 4 juta hingga Rp 5 juta saat bekerja sebagai buruh karet atau kelapa sawit. Sementara untuk mendapatkan penghasilan dari menanam jagung dibutuhkan waktu sekitar empat bulan.

“Makanya susah cari yang mau tanam jagung. Apalagi mereka anggap harga Rp 4.000 per kilogram itu sangat rendah karena petani tahunya harga jagung di pasar lokal Rp 7.000 per kilogram,” jelasnya kepada sintesanews.id baru-baru ini.

Supri mengatakan, Giri Agung masih memiliki lahan yang sangat luas untuk menanam jagung. Saat ini, desa tersebut memiliki luasan sekitar 11.000 meter persegi.

Secara keseluruhan, lahan kering yang telah digunakan sekitar 6.000 meter persegi, di antaranya dimanfaatkan untuk pertanian serta perkebunan kelapa sawit dan karet.

“Masih sekitar 60 persen lahan yang masih tidur ngorok. Jadi, kalau lahan untuk jagung, mau berapa pun pasti tersedia di Giri Agung,” ungkapnya. (um)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

6085768219885996691-min

TOPIK TERKAIT

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

3474362364620514386-min

TEKNOLOGI

TERPOPULER

HIBURAN

bannera

POLITIK