Home » Daerah » Kutai Kartanegara » TPID Kukar dan Kemendagri Rapat Bahas Inflasi

TPID Kukar dan Kemendagri Rapat Bahas Inflasi

Selasa,9 Januari 2024 05:34WIB

Bagikan : Array
Rapat Pengendalian Inflasi 2024 (Sintesa News/In).

SINTESANEWS.ID– Inflasi menjadi salah satu isu penting yang harus diatasi oleh pemerintah. Untuk itu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kukar menggelar rapat bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Zoom Meeting pada Senin (8/1/2024).

Rapat ini bertujuan untuk mengevaluasi perkembangan harga dan inflasi di tahun 2023 serta merencanakan langkah-langkah penanggulangannya di tahun 2024.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kukar, Nur Wahid, mengatakan bahwa TPID Kukar telah menyampaikan rencana kegiatan dari masing-masing unsur terkait, baik nasional maupun daerah pada minggu pertama di awal tahun.

“Kami membutuhkan peran kepala daerah untuk menindaklanjuti fenomena inflasi ini dengan langkah yang selaras dengan pusat, agar inflasi bisa diturunkan,” ujarnya.

Menurut Wahid, ada beberapa faktor penyebab inflasi, salah satunya adalah penimbunan. Oleh karena itu, ia berharap ketersediaan pasokan sandang dan pangan serta distribusi bisa lebih efisien dan berkesinambungan.

“Intinya, dalam pengendalian inflasi, kita tidak harus memproduksi dalam jumlah yang cukup jika memang tidak memungkinkan. Yang penting, kita bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga yang wajar,” katanya.

Wahid juga menyebutkan bahwa berdasarkan data Kemendagri, di Kaltim komoditas yang paling berpengaruh terhadap inflasi adalah beras, angkutan udara, cabai rawit, dan perhiasan (emas).

“Perhiasan ini yang memberikan andil besar terhadap inflasi tahunan di Kaltim sepanjang tahun 2023 terakhir. Ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan emas sebagai investasi di masa pandemi,” terangnya.

Wahid menambahkan bahwa inflasi bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan sesuatu yang wajar terjadi sesuai mekanisme pasar dan menjadi insentif bagi produsen.

“Jika tidak ada kenaikan harga, produsen tidak akan berusaha meningkatkan produksinya. Namun, jika harga naik, produsen akan berupaya untuk mempertahankan atau meningkatkan produksi dan penjualan,” tuturnya.

“Kami tetap berkomitmen, TPID Kukar tetap berkomitmen untuk menjaga harga dalam kondisi yang wajar, terutama untuk komoditas yang dibutuhkan masyarakat,” tandasnya.(In)

6085768219885996691-min

TOPIK TERKAIT

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

cb69ca3e-61d6-4002-8894-a924a9d8e08a

TEKNOLOGI

TERPOPULER

HIBURAN

bannera

POLITIK