Home » Daerah » Samarinda » DPRD Samarinda Evaluasi Fungsi Pasar Pagi, Iswandi Dorong Konsep Baru Lebih Berorientasi Ekonomi

DPRD Samarinda Evaluasi Fungsi Pasar Pagi, Iswandi Dorong Konsep Baru Lebih Berorientasi Ekonomi

Senin,24 Agustus 2026 11:46WIB

Bagikan : Array

SINTESANEWS.ID — DPRD Kota Samarinda menilai keberadaan gedung baru Pasar Pagi belum sepenuhnya mampu menghidupkan kembali aktivitas perdagangan sebagaimana yang diharapkan. Di tengah tampilan bangunan yang dinilai lebih modern, fungsi utamanya sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat masih membutuhkan evaluasi.

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengatakan pihaknya bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait telah melakukan pembahasan untuk memetakan persoalan yang masih terjadi di kawasan Pasar Pagi.

Menurutnya, evaluasi tersebut diperlukan agar pembahasan tidak berhenti pada persoalan masa lalu, tetapi menghasilkan langkah konkret untuk mengembalikan geliat perdagangan di kawasan tersebut.

“Hasilnya kita menginventarisir, kita tidak bisa bicara yang lalu-lalu,” kata Iswandi, Senin (24/8/2026).

Iswandi menilai persoalan Pasar Pagi saat ini bukan sekadar mengenai kondisi fisik bangunan. Keberhasilan sebuah pasar, kata dia, juga harus dilihat dari aktivitas ekonomi yang berlangsung di dalamnya serta sejauh mana keberadaannya mampu menjadi ruang perdagangan yang hidup.

Bangunan yang terlihat representatif secara visual dinilai belum cukup apabila tidak diikuti dengan peningkatan aktivitas pedagang dan pembeli. Karena itu, DPRD mulai membuka kemungkinan adanya rebranding maupun penyesuaian konsep pengelolaan Pasar Pagi.

Langkah tersebut diarahkan untuk mencari format yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.

Bagi DPRD, keberadaan Pasar Pagi harus memiliki fungsi ekonomi yang jelas. Pasar bukan hanya menjadi sebuah bangunan yang terlihat modern, tetapi harus mampu menjadi tempat berlangsungnya transaksi, menggerakkan usaha pedagang, serta menarik masyarakat untuk beraktivitas.

Karena itu, berbagai persoalan yang ditemukan akan menjadi bahan evaluasi bersama pemerintah kota dan OPD terkait. Inventarisasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi yang tidak hanya bersifat sementara.

Iswandi menegaskan, pembenahan Pasar Pagi membutuhkan keberanian untuk melihat kondisi secara objektif. Jika konsep yang berjalan belum mampu menghasilkan aktivitas perdagangan secara maksimal, maka pemerintah perlu mempertimbangkan alternatif pengelolaan yang lebih tepat.

DPRD Samarinda berharap proses evaluasi tersebut dapat menghasilkan konsep baru yang mampu menghidupkan kembali kawasan Pasar Pagi. Dengan begitu, investasi pembangunan fasilitas pasar tidak berhenti pada hasil fisik, tetapi benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi pedagang dan masyarakat. (ADV/RZL)

6085768219885996691-min

TOPIK TERKAIT

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

TEKNOLOGI

TERPOPULER

HIBURAN

bannera

POLITIK