SINTESANEWS.ID – Anggota DPRD Kota Samarinda, Jacob Pangendongan, menekankan pentingnya pengawasan berkala terhadap kelayakan bangunan, fasilitas sekolah, hingga ketersediaan tenaga pengajar di wilayah pinggiran. Hal tersebut disampaikannya saat melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di SMPN 23 Makroman, Kecamatan Sambutan.
Menurut Jacob, pemantauan kondisi sekolah tidak boleh hanya dilakukan ketika muncul persoalan. Dinas terkait perlu secara rutin memonitoring kelayakan sarana dan prasarana pendidikan, sekaligus memastikan kebutuhan tenaga pengajar tetap terpenuhi agar proses belajar mengajar berjalan optimal.
Ia menilai, perhatian terhadap fasilitas dan kualitas tenaga pendidik merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan akademik siswa. Sekolah di kawasan pinggiran, menurutnya, harus memperoleh perhatian yang seimbang agar tidak tertinggal dibandingkan sekolah di pusat kota.
“Dinas terkait harus terus memonitoring kondisi sekolah, mulai dari kelayakan bangunan, fasilitas penunjang pendidikan, hingga tenaga pengajarnya. Semua itu saling berkaitan dalam mendukung proses belajar dan menentukan kualitas pendidikan yang diterima siswa,” ujar Jacob.
Ia menegaskan, anak-anak yang bersekolah di wilayah Makroman memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Lokasi sekolah yang berada di luar pusat kota tidak boleh menjadi penghalang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan, meraih prestasi, dan bersaing dalam bidang akademik.
Jacob berharap, perhatian pemerintah terhadap sekolah-sekolah di kawasan pinggiran dapat dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan mutu pembelajaran dan pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik.
“Jangan sampai anak-anak di pinggiran kalah bersaing hanya karena fasilitas dan perhatian yang mereka terima tidak setara. Kita ingin mereka memiliki kesempatan yang sama, mampu bersaing dengan siswa di pusat kota, bahkan kalau bisa meraih prestasi yang lebih baik, baik di bidang akademik maupun bidang lainnya,” tegasnya.
Menurut Jacob, upaya pemerataan pendidikan membutuhkan pemantauan dan evaluasi secara berkala agar setiap persoalan di sekolah dapat diketahui lebih awal dan ditangani sesuai kebutuhan. Dengan demikian, fasilitas yang tersedia dapat menunjang kegiatan belajar secara maksimal, sementara tenaga pengajar dapat menjalankan tugasnya dengan dukungan yang memadai.
Ia pun mendorong dinas terkait untuk menjadikan hasil pemantauan di lapangan sebagai bahan evaluasi dalam menentukan prioritas pembenahan dan peningkatan layanan pendidikan. Langkah tersebut diharapkan dapat mempersempit kesenjangan kualitas pendidikan ant wilayah di Kota Samarinda.
Melalui sidak di SMPN 23 Makroman, Jacob berharap perhatian terhadap pendidikan di kawasan pinggiran semakin ditingkatkan sehingga setiap siswa memiliki peluang yang setara untuk berkembang, berprestasi, dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan di masa depan. (ADV/RZL)
































