SINTESANEWS.ID – DPRD Kota Samarinda menyoroti kembali terjadinya pemadaman listrik bergilir yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kota Tepian. Kondisi ini dinilai perlu direspons cepat oleh PT PLN (Persero), khususnya dalam hal penyampaian informasi kepada masyarakat agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Iswandi meminta PLN lebih terbuka dalam menyampaikan penyebab maupun perkembangan penanganan gangguan listrik yang terjadi. Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi kunci agar masyarakat dapat memahami situasi yang sedang berlangsung.
Ia menilai, meskipun gangguan pada sistem kelistrikan bersifat teknis, dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat, mulai dari aktivitas rumah tangga hingga kegiatan ekonomi. Karena itu, komunikasi publik yang jelas dan terjadwal dianggap sangat penting untuk meminimalisasi keluhan warga.
DPRD juga menekankan agar PLN dapat menyampaikan jadwal pemadaman secara lebih terstruktur, termasuk estimasi waktu perbaikan dan wilayah terdampak. Dengan demikian, masyarakat dapat melakukan antisipasi terhadap aktivitas sehari-hari, termasuk sektor usaha yang bergantung pada pasokan listrik.
Berdasarkan penjelasan pihak terkait dalam pemberitaan sebelumnya, pemadaman listrik di Kalimantan Timur terjadi akibat gangguan pada sistem pembangkit listrik, yang menyebabkan penurunan kapasitas pasokan. Kondisi ini memaksa PLN melakukan pemadaman bergilir sebagai langkah menjaga stabilitas jaringan listrik di wilayah interkoneksi.
Sejumlah pembangkit utama dilaporkan tengah dalam proses perbaikan, dan pemulihan sistem ditargetkan berlangsung secara bertahap dalam beberapa waktu ke depan. Pemerintah daerah bersama PLN juga terus melakukan koordinasi untuk mempercepat pemulihan pasokan listrik agar kembali normal.
DPRD Samarinda berharap, selain fokus pada perbaikan teknis, PLN juga memperkuat aspek pelayanan informasi publik. Menurut DPRD, transparansi akan membantu meredakan keresahan masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan kelistrikan.
Dengan komunikasi yang lebih terbuka dan penanganan teknis yang optimal, DPRD optimistis persoalan pemadaman bergilir dapat segera teratasi tanpa menimbulkan dampak berkepanjangan bagi masyarakat Kota Samarinda. (ADV/RZL)
































