Home » Berita Utama » Kini Himpun 12 Ton Beras Per Bulan untuk Santri, Begini Cikal Bakal Pembentukan Komunitas Paskas Kukar

Kini Himpun 12 Ton Beras Per Bulan untuk Santri, Begini Cikal Bakal Pembentukan Komunitas Paskas Kukar

Senin,25 April 2022 12:44WIB

Bagikan :

Kukar, sintesanews.id – Pembentukan komunitas Pasukan Amal Sholeh (Paskas) Gerakan Infak Beras Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terinspirasi dari Ustaz Luqmanul Hakim.

Mulanya, setelah menyelesaikan kuliah pascasarjana di Malaysia, Ustaz Luqman memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Di kampungnya, ia kerap melakukan dakwah dari satu masjid ke masjid lain. Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo ini juga acap berdakwah di pondok pesantren.

Dari pengalamannya berdakwah, dia mengaku sangat prihatin dengan makanan para santri di pondok pesantren yang berasal dari beras yang tak layak dimakan karena bau, pecah-pecah, dan berkutu.

Ustaz Luqman berpendapat, para santri mestinya dimuliakan di tengah-tengah masyarakat karena mereka akan menjadi pejuang agama Islam.

Ia pun berkumpul bersama empat orang temannya untuk mengadakan kegiatan Sedekah Akbar. Dia mengumpulkan para jemaahnya yang umumnya berasal dari ibu-ibu untuk berinfak Rp 25 ribu per bulan. Uang tersebut digunakan untuk membeli beras yang kemudian disalurkan kepada para santri.

Gerakan inilah yang menginspirasi Nur Wahidah bersama teman-temannya mendirikan komunitas Paskas Gerakan Infak Beras di Kukar.

Awalnya, ia membaca buku berjudul Hijrah Ekstrim yang ditulis oleh Mirani Mauliza. Buku itu berkisah tentang usaha Mirani berhijrah dari kehidupan yang kelam pada kehidupan yang dipenuhi dengan nilai-nilai islami.

Manajemen Mirani kemudian mengadakan kegiatan Hijrah D di Samarinda pada tahun 2017. Dari situlah ia berkenalan secara langsung dengan penulis buku tersebut.

Idah pun berinisiatif mengadakan kegiatan yang narasumber utamanya Mirani. Kala itu, wanita asal Pontianak ini ternyata datang bersama Ustaz Luqman.

“Beliau berkata, hijrahnya beliau ini berkat wasilah Ustaz Luqman. Karena katanya beliau membaca bukunya Ustaz Luqman yang judulnya Mustahil Miskin,” jelas Idah kepada sintesanews.id, Senin (25/4/2022) sore.

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Luqman pun menawarkan konsep infak beras. Pada tahun 2017, konsep ini kemudian direalisasikan dalam bentuk gerakan komunitas di Kota Samarinda.

“Saat itu kami ikut infak dan antar berasnya,” ungkap dia.

Setahun berlalu, komunitas tersebut berdiri di Tenggarong. Perkumpulan ini dipenuhi ibu-ibu di Kota Raja.

“Daripada pergi ke mal, karaoke, dan jalan-jalan, lebih baik kita melakukan kegiatan yang lebih positif. Seperti itu pikirannya saat itu,” bebernya.

Alumni Pondok Pesantren PPKP Ribathul Khail Tenggarong ini bersama sejumlah perempuan di Kukar meluncurkan komunitas Paskas Gerakan Infak Beras Kukar di Ruang Serbaguna Bupati pada September 2018.

Setelah itu, ia bersama komunitas tersebut giat memperkenalkan Paskas Kukar melalui pengajian yang dihadiri pegawai Pemkab Kukar. Saat itu, terkumpul beras 7-8 karung, yang kemudian diantar ke pondok pesantren.

“Kami antar ke Pondok Pesantren Darul Fallah dan Hadiqotul Ulum. Dua pesantren ini yang kami anggap kondisinya prihatin. Kami rutin menyumbang beras,” ungkapnya.

Kurang dari setahun gerakan tersebut telah mendapatkan perhatian dari masyarakat Kukar. Beras yang terkumpul pun terus bertambah hingga mencapai 1 ton setiap bulan.

“Alhamdulillah saat ini Allah mampukan kami mengumpulkan 10-12 ton sebulan,” bebernya.

Dia mengungkapkan, beras tersebut terkumpul dengan cara penyumbang menjadi orang tua asuh santri. Pemberi infak bisa memberikan secara langsung uang ataupun beras di Sekretariat Paskas Kukar yang berlokasi di Kelurahan Timbau, Tenggarong.

Penyumbang juga bisa meminta anggota komunitas Paskas untuk mengambil beras atau uang di rumahnya. “Jadi, kami yang datang ke rumah orang tua asuh,” ucapnya.

Berikutnya, penyumbang juga dapat mentransfer uang ke rekening Paskas Kukar.

Uang yang disumbang oleh orang tua asuh pun dipakai untuk membeli beras yang kemudian disalurkan ke pondok pesantren.

Mulanya, komunitas Paskas Kukar membeli beras dari para petani di Kecamatan Loa Kulu.

Namun, seriring jumlah beras yang dibutuhkan semakin bertambah, para petani di Kukar tak mampu memenuhi kebutuhan Paskas Kukar.

“Kami diminta untuk mengambil beras dari Sulawesi. Beberapa bulan terakhir ini kami diarahkan untuk mengambil beras di lumbung kami sendiri di Sulawesi,” terangnya.

Ia menyebutkan, beras yang disalurkan kepada para santri harus beras yang paling berkualitas.

Selain itu, beras yang disalurkan berasal dari proses pembenihan, penanaman, dan pemeliharaan padi dengan cara yang baik.

Kata dia, padi harus dikerjakan oleh petani-petani muslim yang rajin mengerjakan salat lima waktu.

“Kemudian proses penggilingan dan lainnya dijaga kehalalannya. Pengepakannya juga dengan cara yang baik dan berkah,” jelasnya.

Sejatinya, Paskas Kukar ingin memanfaatkan beras dari para petani lokal. Namun, dari pengalaman Idah, mereka tidak mampu memenuhi kuota yang dibutuhkan komunitas tersebut.

Permintaan 1-2 ton setiap bulan dapat dipenuhi oleh para petani di Kukar. Setelah permintaan mencapai 7 ton, para petani tak mampu memenuhinya.

Komunitas Paskas Kukar juga harus mengambil beras secara langsung di tempat penggilingan. Padahal, pihaknya tak memiliki kendaraan. “Kami juga harus keluarkan biaya lagi, sehingga harga berasnya jadi lebih mahal,” katanya.

Kualitas berasnya pun berbeda dengan beras yang diharapkan Paskas Kukar. Beras yang berasal dari para petani Kukar dinilai tidak bersih sehingga tidak bisa langsung dimasak oleh santri-santri di pondok pesantren.

“Pernah satu waktu ada pondok yang ngeluh. Katanya lama baru bisa dimasak berasnya. Harus bersihkan dulu,” ungkapnya.

Pengurus Paskas Pusat pun membuat kebijakan agar beras diambil dari lumbung Paskas yang terletak di Sulawesi.

“Tapi kalau ada dari petani di sini yang mampu memenuhi sesuai kebutuhan kami, kami bisa ambil di petani lokal,” jelasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

6085768219885996691-min

TOPIK TERKAIT

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

3474362364620514386-min

TEKNOLOGI

TERPOPULER

HIBURAN

bannera

POLITIK