SINTESANEWS.ID – Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis Pengelolaan dan Pemanfaatan Lahan Irigasi Pertanian di Hotel Grand Fatma Tenggarong pada Rabu (16/11/2022) pagi.
Pada kesempatan itu, Seno menyampaikan sambutan serta membuka kegiatan tersebut. Kata dia, masyarakat Indonesia harus iri dengan Filipina.
“Karena di Filipina yang negara kecil ini mampu men-support petaninya lewat mekanisasi pertanian, juga pembangunan sarana dan prasarananya yang maju,” sebutnya.
Hal ini, menurut dia, membuat Filipina menjadi negara yang menjadi penyuplai beras di Asia. Kemajuan tersebut tidak terlepas dari modernisasi di bidang pertanian, serta kerja sama pemerintah dan masyarakat.
“Harapannya ilmu yang disampaikan di sini jangan hanya di ruang kelas. Aplikasikanlah di lingkungan kerja, sehingga ilmu yang didapat bisa bermanfaat untuk masyarakat banyak,” imbuhnya.
Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) RI ini juga dihadiri secara virtual oleh Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Budisatrio Djiwandono.
Hadir pula Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan RI, Yusuf Aquino. Dalam sambutannya, Yusuf mengatakan bahwa para petani di Kaltim harus terus aktif bercocok tanam. “Jangan pernah lelah walaupun dengan sarana prasarana yang terbatas,” katanya.
Dia juga berharap Anggota Komisi IV DPR RI Budisatrio Djiwandono terus mendukung program pengembangan pertanian di Kaltim, sehingga sektor pertanian mengalami kemajuan.
“Harapannya, dengan dukungan DPR RI, ada kegiatan-kegiatan pertanian dalam skala yang lebih luas di Kaltim,” ucapnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar yang diwakili oleh Indah menyebutkan bahwa pihaknya terus mendorong pembangunan prasarana dan sarana pertanian di Kukar.
“Kami sudah bangun di Desa Giri Agung, Kelurahan Maluhu, Buana Jaya, Desa Sari Nadi, Sumber Sari, dan di beberapa desa lainnya,” ungkap Indah.
Sementara itu, Budisatrio berharap Kaltim, khususnya Kukar, menjadi lumbung pangan bagi Bumi Mulawarman, bahkan Indonesia. “Karena Kukar merupakan penyangga IKN,” ucapnya.
Politisi Gerindra tersebut mengatakan bahwa lapangan kerja di sektor pertanian sangat luas, sehingga ia menyarankan masyarakat Kukar menggeluti usaha di bidang pertanian.
Selain itu, dia mendorong pemerintah mendukung para petani di Kukar untuk memperluas pasar-pasar baru di Kaltim. “Pasar-pasar luar daerah juga harus ditembus,” sarannya.
Industri di bidang pangan, lanjut dia, akan terus berkembang di masa depan. Karena itu, ia menyarankan pemerintah meningkatkan kualitas SDM di bidang pertanian.
Pengembangan pertanian di Kukar, sambung dia, mesti dilakukan lewat kerja sama dengan Pemprov Kaltim, Pemkab, Penyuluh pertanian lapangan, dan kelompok tani.
“Kerja sama ini harus dilakukan secara intens dan berkelanjutan,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Budisatrio juga menyampaikan bantuan-bantuan yang disalurkannya di sektor pertanian untuk 10 kabupaten/kota di Kaltim.
Di Kukar, ia menyalurkan traktor roda 2, traktor roda 4, combine harvester, mesin tanam, embung, jaringan irigasi tersier, bibit hortikultura, bibit sayur mayur, peternakan ayam, kambing dan sapi.
“Selain itu, saya menyalurkan bantuan unit pengolah pupuk organik dan bantuan pupuk,” pungkasnya. (adv/mb)