SINTESANEWS.ID – Warga Desa Menamang Kanan, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dibuat geger oleh kabar hilangnya seorang pria bernama Muhammad Zaenul Arifin di perkebunan kelapa sawit.
Setelah ditelusuri, pria itu ternyata tidak hilang, melainkan pulang kampung ke Lombok NTB tanpa memberi tahu istrinya.
Kasus ini terungkap setelah polisi berhasil melacak nomor handphone Muhammad Zaenul Arifin yang berada di Lombok. Ketika dikonfirmasi, pria yang tinggal di Kutai Timur (Kutim) itu mengaku pulang kampung.
Padahal, sebelumnya, Muhammad Zaenul Arifin sempat mengirim pesan WhatsApp kepada istrinya pada Kamis (22/2/2024) malam.
Dalam pesan tersebut, pria yang sudah menghebohkan jagat maya ini mengaku tersesat di perkebunan kelapa sawit.
Istrinya yang khawatir langsung menghubungi keluarga dan warga desa untuk mencari suaminya.
Pencarian dilakukan selama empat hari oleh warga, polisi, Basarnas, Dinas Damkar, dan kepala desa setempat. Namun, tidak ada tanda-tanda keberadaan Muhammad Zaenul Arifin. Bahkan, ada yang mengira pria yang bekerja di Tenggarong itu terkena hal-hal mistis alias disembunyikan hantu.
Kepala Desa Menamang Kanan, Amri, mengaku kesal dengan ulah Muhammad Zaenul Arifin yang telah membohongi banyak orang.
Ia mengaku bersama puluhan warga sudah berusaha keras mencari pria itu dengan mengorbankan waktu dan tenaga.
“Kami merasa dibohongi atas kejadian ini. Kami sudah mencari sampai subuh di dalam sawitan, tapi ternyata dia tidak hilang, malah pulang kampung ke Lombok,” ujar Amri, Senin (26/2/2024).
Amri juga menepis adanya video CCTV yang beredar di media sosial yang menunjukkan Muhammad Zaenul Arifin berada di perkebunan kelapa sawit. Ia menegaskan bahwa video itu adalah orang lain yang bekerja di sana.
“Video CCTV di facebook itu bukan dia, tapi orang yang memang bekerja di situ dan kebetulan lewat di pos. Jadi, jangan percaya dengan video itu,” katanya.
Amri berharap tidak ada lagi kejadian serupa yang merugikan banyak pihak. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak jelas sumbernya.
“Semoga ini jadi pelajaran buat kita semua, jangan mudah percaya dengan kabar bohong. Dan kalau mau pulang kampung, kasih tahu keluarga dulu, jangan seenaknya sendiri,” tutupnya dengan nada kesal. (ar)