Home » Daerah » Kutai Kartanegara » Disperindag Kukar Gelar Kajian Bersama LP2M Unmul

Disperindag Kukar Gelar Kajian Bersama LP2M Unmul

Sabtu,9 Desember 2023 12:00WIB

Bagikan :
Foto Bersama Usai Mengkaji Minyak Makan Merah di Kukar.(Sintesa News/In)

SINTESANEWS.ID – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mulawarman (LP2M Unmul) mengadakan kajian tentang minyak makan merah terintegrasi dan turunannya berbahan baku sawit.

Kajian tersebut membahas lima poin, yaitu apakah layak dibangun di Kukar, penentuan lokasinya, perizinannya, desain pabriknya, dan nanti yang mengelola siapa saja.

Kajian ini dilaksanakan di Gedung B  Disperindag Kukar pada Jumat, (8/12/2023).

Menurut Suandari Paramita, salah satu peneliti dari LP2M Unmul, ada tiga lokasi yang direkomendasikan untuk pelaksanaan proyek minyak makan merah, yaitu wilayah Kembang Janggut, Kenohan dan Tabang. Kemudian lokasi kedua ada di Sebulu, Muara Kaman, Kota Bangun dan lokasi ketiga ada di Muara Muntai, dan Muara Wis.

Ketiga lokasi tersebut akan diteliti untuk menentukan tempat yang layak untuk pelaksanaan proyek minyak makan merah. Bangunan yang akan dibangun berskala kecil karena target produksi hanya 5 ton per jam sehingga tidak memerlukan lahan yang besar.

Sementara itu Kepala Disperindag Kukar, Arfan Boma Pratama mengungkapkan dari ketiga lokasi tersebut, Kembang Janggut memiliki potensi besar untuk menjadi lokasi proyek minyak makan merah terintegrasi berbahan baku sawit.

“Kembang Janggut menonjol dengan produksi TBS sebanyak 100.000 ton per tahun, menjadikannya cluster pertama dalam produksi,” ujar Boma.

Menurut dia, proyek ini dianggap layak karena ketersediaan bahan baku yang mencukupi.

“Kapasitas produksi yang diperkirakan sangat berlebihan, tidak semuanya akan diserap oleh pabrik minyak makan merah,” tambah Boma.

Untuk menjaga stabilitas pasokan, kerja sama dengan kelompok masyarakat akan dijalin.

Boma juga menekankan pentingnya tata kelola yang baik, dengan koperasi dan Perusda yang sudah terlibat aktif.

“Ini kan masih berupa opsi nanti akan ada kajian lanjutan para OPD juga mendukung proyek ini,” tutupnya.(Indirwan)

6085768219885996691-min

TOPIK TERKAIT

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

3433823

TEKNOLOGI

TERPOPULER

HIBURAN

bannera

POLITIK