Home » Advertorial » Diskominfo Kukar » Antisipasi Hambatan Pertanian di Musim Kemarau, Edi Damansyah Ajak OPD di Kukar Bekerja Ekstra

Antisipasi Hambatan Pertanian di Musim Kemarau, Edi Damansyah Ajak OPD di Kukar Bekerja Ekstra

Selasa,17 Oktober 2023 07:12WIB

Bagikan :
Bupati Edi saat menyampaikan sambutan di acara gerakan pangan murah. (Sintesa News)

SINTESANEWS.ID – Bupati Kukar Edi Damansyah mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) khususnya Dinas Pertanian dan Peternakan untuk bekerja ekstra dalam mengantisipasi hambatan pertanian di musim kemarau.

Hal itu ia sampaikan lantaran kondisi alam di Kukar yang dinilai belum stabil bagi kelanjutan di sektor pertanian.

Menurut Edi, masih ada pekerjaan rumah yang belum tuntas.

Kata dia, saat ini Pemkab Kukar melalui beberapa dinas terkait tengah melakukan perbaikan infrastruktur tani, memperkuat kelompok tani, peningkatan SDM petani serta bantuan alat pertanian khususnya di lima kawasan yang menjadi titik fokus.

“Kepada jajaran OPD Kukar, situasi kondisi alam kita belum stabil, ada pekerjaan rumah yang belum tuntas dengan baik,” ungkap Bupati Edi saat menghadiri acara gerakan pangan murah di Halaman Parkir Gedung Pemkab Kukar, Senin (16/10/2023).

Dalam kesempatan itu, Bupati Edi mengaku ada pengelolaan sarana pertanian yang belum optimal lantaran adanya beberapa hambatan.

Ia menyebutkan, 80 persen kawasan persawahan di Kukar adalah lahan tadah hujan. Karena itu dirinya meminta kesiapan dalam percepatan program pengairan.

“Jadi dorongannya bagaimana situasi tertentu yang sudah kita mapping, pada waktunya nanti ketika petani ingin menanam harus ada fasilitas dari kita sebagai pemerintah,” ujar Bupati Edi.

Ia mencontohkan pertanian di Kelurahan Bukit Biru Tenggarong. Kata Edi, di sana terdapat hamparan sawah sekitar 300 hektare yang mengalami kesulitan mendapatkan air.

Ia meminta ada kewaspadaan atau kesiapan dari dinas terkait sembari menunggu rampungnya program pembangunan pipanisasi di daerah tersebut.

“Saya minta kita untuk waspada, kalau sudah waktunya menanam namun masih menunggu program pipanisasi rampung, harus ada pengerahan mobil angkutan air di kawasan pertanian itu sehingga jadwal tanamnya tidak terganggu. Saya minta dinas pertanian, ini tolong diupdate mapping datanya,” ujar Bupati Edi.

“Meski tidak seluruhnya bisa kita akomodir namun ada mapping kawasan pertanian yang aksesnya tidak jauh dari Sungai Mahakam. Saya instruksikan untuk lakukan pipanisasi dengan pompa yang sesuai standarnya sehingga bisa mengantisipasi situasi kemarau ini,” pungkasnya. (adv/au)

6085768219885996691-min

TOPIK TERKAIT

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

3433823

TEKNOLOGI

TERPOPULER

HIBURAN

bannera

POLITIK