SINTESANEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memperkuat kolaborasi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis rumah ibadah.
Program Safari Subuh yang telah memasuki hari ke-374 menjadi salah satu sarana membangun komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai di Pendopo Wakil Bupati Kukar, Sabtu (17/10/2026).
“Safari Subuh menjadi salah satu cara kami membangun kedekatan dengan masyarakat,” ujarnya.
Sunggono menjelaskan, DMI memiliki peran dalam mengoptimalkan fungsi masjid dan langgar agar tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga pusat kepedulian sosial. Menurutnya, keberadaan rumah ibadah perlu memberi manfaat bagi warga di sekitarnya, khususnya masyarakat kurang mampu.
“Fungsi masjid perlu menjangkau persoalan sosial masyarakat,” katanya.
Ia menyebut, kerja sama Pemkab Kukar dan DMI dapat dikembangkan melalui program pemberdayaan masyarakat serta pengenalan program Kukar Idaman Terbaik. Dengan demikian, rumah ibadah dapat menjadi salah satu saluran untuk memperluas informasi mengenai program pemerintah.
Safari Subuh terbaru dilaksanakan di Langgar Al Karim, Jalan Gunung Menyapa, Tenggarong, Jumat (16/10/2026). Kegiatan itu dihadiri Sunggono bersama jajaran Pemkab Kukar dan DMI.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah menyampaikan pesan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran serta kesiapan Kukar menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Sunggono menilai, keterlibatan pengurus masjid dan masyarakat penting untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial. Ia juga menyoroti potensi rumah ibadah sebagai ruang penyampaian informasi yang bermanfaat bagi warga.
“Sinergi dengan DMI harus terus berjalan agar pemberdayaan masyarakat semakin kuat,” pungkasnya. (Adv/Ja)
































