Home » Gaya Hidup » Healt » Tekan Angka Stunting di Kaltim, Nanda Ajak Masyarakat dan Pemerintah Bangun Kerja Sama

Tekan Angka Stunting di Kaltim, Nanda Ajak Masyarakat dan Pemerintah Bangun Kerja Sama

Kamis,30 Maret 2023 06:30WIB

Bagikan :
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim, Ananda Emira Moeis. (Istimewa)

SINTESANEWS.ID  – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim Ananda Emira Moeis menanggapi komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim untuk mengatasi kasus stunting.

Pemprov Kaltim mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3,7 miliar untuk mengatasi kasus stunting di Benua Etam.

Angka prevalensi stunting di Kaltim ini masih lebih baik jika dibandingkan dari empat provinsi di Pulau Kalimantan.

Menanggapi itu, Ananda memberikan apresiasi terhadap berbagai langkah percepatan pencegahan kasus stunting di Kaltim.

“Tentu, berbagai langkah yang diambil pemerintah dalam mengentaskan stunting ini kita apresiasi,” ungkapnya pada Minggu (26/3/2023) di Kalan Kahoi, RT 31, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda.

Nanda berpendapat bahwa penanganan stunting tak hanya tugas pemerintah provinsi saja. Namun, semua kabupaten/kota se-Kaltim harus turut mengambil bagian dalam penanganannya.

“Pastinya pemerintah provinsi melakukan kerja sama dengan pihak terkait lainnya. Lalu masing-masing pemerintah kabupaten/kota juga bersama-sama bergotong royong menangani kasus stunting ini,” jelasnya.

Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa kasus stunting ini tidak hanya dapat dituntaskan oleh pemerintah.

Seluruh elemen masyarakat juga harus terlibat. Salah satunya ibu ataupun orang tua anak yang terkena stunting. Kemudian, pihak keluarga dan tetangga terdekat.

“Ibu, orang tua, keluarga dan tetangga yang ada di sekitar harus ikut terlibat. Intinya, yang paling inti dulu yaitu keluarga. Saling bantu dan peduli memberikan makanan bergizi bagi anak,” terangnya.

Penanganan stunting oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota ini harus menjadi perhatian semua pihak. Pasalnya, stunting berkaitan dengan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Bumi Etam.

Kasus stunting, sambung dia, berhubungan dengan kualitas generasi penerus bangsa. Pasalnya, masa depan Kaltim dan Indonesia berada di tangan mereka.

“Ini juga menyangkut Indonesia Emas yang harus mempunyai SDM berkualitas bagus. Harus dimulai dan ditata dari sekarang,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Nanda, juga memberi saran dan masukan pada pemerintah untuk membuat suatu program agar masyarakat gencar memanfaatkan pekarangan atau halaman rumahnya dengan menanam berbagai macam sayur-sayuran dan buah-buahan.

Ia mencontohkan ibu-ibu di Samarinda yang masuk dalam kelompok wanita tani. Mereka menanam sayur dan buah-buahan di halaman rumah mereka.

“Setiap saya tanya apakah ini dijual, mereka jawabnya enggak, justru ini sarana perbaikan gizi bagi anak-anak kita,” ungkapnya.

Selain untuk peningkatan gizi anak, kelebihannya dapat dijual untuk menambah pendapatan mereka. Nanda menilai ibu-ibu tersebut merupakan contoh warga yang kreatif.

“Makanya stunting ini harus jadi atensi banyak orang, enggak bisa pemerintah saja. Keluarga sendiri, enggak bisa. Jadi saya enggak ngomongin besarnya, saya ngomongin gotong royong semua pihak,” tegasnya. (*)

6085768219885996691-min

TOPIK TERKAIT

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

3433823

TEKNOLOGI

TERPOPULER

HIBURAN

bannera

POLITIK