Home » Pendidikan » Sekolah » PTM Terbatas Disambut Positif Siswa-Siswi SMAN 1 Tenggarong

PTM Terbatas Disambut Positif Siswa-Siswi SMAN 1 Tenggarong

Senin,7 Februari 2022 07:52WIB

Bagikan :
Kepala Sekolah SMAN 1 Tenggarong, H. Asran. (Sintesa News/Feirman Nour Rahman S.)

Kukar, sintesanews.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab) Kukar telah memperbolehkan sekolah-sekolah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Kepala Sekolah SMAN 1 Tenggarong, H. Asran mengungkapkan, PTM di sekolah yang dipimpinnya pun disambut positif oleh para siswa.

Dia menyebutkan, pelajar-pelajar di SMAN 1 Tenggarong mengaku sangat senang dan bersemangat untuk kembali belajar setelah PTM diterapkan di sekolah tersebut.

Kata Asran, proses belajar dengan sistem daring memiliki banyak kendala, di antaranya masalah jaringan, guru kurang leluasa berinteraksi dengan murid, dan problem lain yang dinilainya membuat pendidikan tak berjalan efektif.

“Selama sekolah offline berlangsung, tidak ada hambatan sama sekali. Dengan offline ini, kami bisa mengontrol anak-anak,” ucap Asran baru-baru ini kepada sintesanews.id.

Selama PTM ini, dia berharap para siswa SMAN 1 Tenggarong, khususnya kelas 12, memaksimalkannya untuk selalu kreatif dan disiplin dalam mengikuti proses belajar dan mengajar di kelas.

“Sebentar lagi mereka akan melaksanakan Ujian Akhir Berstandar Nasional,” ujarnya.

Sebelumnya, SMAN 1 Tenggarong menjalankan PTM terbatas dengan sistem ganjil genap. Hal ini bertujuan menjaga kesehatan dan keselamatan siswa-siswi serta tenaga kerja di lingkungan sekolah tersebut.

PTM terbatas juga merujuk Surat Keputusan Bersama empat menteri, yang meliputi Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, dan Menteri Agama.

“Intinya bahwa kita harus melaksanakan vaksinasi,” ucapnya.

Asran mengungkapkan, vaksinasi di SMAN 1 Tenggarong terlaksana atas kerja sama dengan BIMDA. Adapun vaksin tahap pertama dan kedua yang digunakan adalah vaksin Sinovac.

Sebanyak 1.500 orang yang terdiri dari guru, tenaga administrasi, dan siswa pun ikut dalam program vaksinasi Covid-19 tersebut.

Meskipun telah melaksanakan vaksinasi, proses belajar dan mengajar setiap hari di sekolah terbaik se-Kukar tersebut dibatasi selama enam jam. “Ini sesuai isi dari SK bersama empat menteri,” jelasnya.

Kata dia, sebelum proses belajar dan mengajar, pihaknya menerapkan protokol kesehatan ketat kepada seluruh peserta didik. “Kami sediakan hand sanitizer, termometer, dan masker,” pungkas Asran. (*)

Penulis: Feirman Nour Rahman S.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

6085768219885996691-min

TOPIK TERKAIT

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

3474362364620514386-min

TEKNOLOGI

TERPOPULER

HIBURAN

bannera

POLITIK