Home » Politik » Nasional » Koalisi Sipil: Kecurangan KPU di Pemilu 2024 Terjadi di Sekretariat hingga Komisioner

Koalisi Sipil: Kecurangan KPU di Pemilu 2024 Terjadi di Sekretariat hingga Komisioner

Kamis,29 Desember 2022 01:11WIB

Bagikan : Array
Perwakilan Koalisi Sipil Kawal Pemilu Bersih, Feri Amsari. (Detik.com)

SINTESANEWS.ID – Sejumlah organisasi masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Sipil Kawal Pemilu Bersih mengatakan bahwa dugaan kecurangan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) jelang Pemilu 2024 dilakukan mulai sekretariat hingga komisioner.

Pakar hukum pidana mewakili Koalisi, Feri Amsari mengaku pihaknya telah mengantongi banyak bukti yang mengaitkan beberapa dugaan kecurangan KPU selama proses verifikasi partai peserta Pemilu.

“Yang mengindikasikan ada perintah pusat. Yang mengindikasikan ada peran sekretariat. Yang mengindikasikan ancaman sekretariat, maupun ancaman dari komisioner,” kata Feri dikutip dari kanal YouTube CNN Indonesia TV, Rabu (28/12).

Feri mengatakan pihaknya total telah mengumpulkan bukti dari 19 daerah, terdiri dari 12 kabupaten dan tujuh provinsi yang mengindikasikan dugaan kecurangan KPU selama proses verifikasi partai.

Bukti-bukti tersebut, kata dia, akan pihaknya rangkai sebagai materi aduan koalisi ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan Kepolisian.

“Kita juga sudah banyak menemukan bukti lain, sedang dikumpulkan teman-teman,” katanya.

Menurut Feri, Koalisi akan menyerahkan laporan tersebut kepada DKPP dan Kepolisian secara bertahap. Upaya itu dilakukan untuk membuktikan pihaknya tak akan main-main merespons dugaan kecurangan yang dilakukan KPU.

Di sisi lain, dia juga berharap para pihak terlibat untuk mengakui kesalahannya dan segera mengundurkan diri. Dia menegaskan penyelenggara pemilu harus diisi orang-orang baik demi kelangsungan Pemilu.

“Yang tidak tercela bisa menggantikan posisi agar seluruh tahapan terus bisa berlangsung dengan baik,” imbuhnya.

Sebelumnya, sebuah rekaman percakapan teranyar mengungkap dugaan instruksi dari pejabat KPU untuk menggagalkan ‘Partai U’ dalam verifikasi faktual partai politik.

Rekaman itu diduga merupakan perbincangan antara pejabat di KPU pusat dengan salah satu komisioner KPUD. Pejabat KPU terang-terangan menginstruksikan agar meloloskan berkas semua partai kecuali Partai U.

“Dengan waktu yang hanya cuma satu hari, sedangkan arahan pimpinan supaya ini partai-partai nih aman, kecuali satu, Partai U,” kata salah satu pejabat KPU yang dirahasiakan namanya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada respons dari Komisioner KPU terkait dugaan penjegalan Partai U selama verifikasi faktual di NTT.

CNNIndonesia.com telah menghubungi Komisioner Idham Holik dan Ketua KPU Hasyim Asy’ari lewat pesan singkat namun tak mendapat respons. (*)

Sumber: CNN Indonesia

6085768219885996691-min

TOPIK TERKAIT

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

cb69ca3e-61d6-4002-8894-a924a9d8e08a

TEKNOLOGI

TERPOPULER

HIBURAN

bannera

POLITIK