Home » Daerah » Kutai Kartanegara » Relokasi Pedagang Pasar Tangga Arung Menuai Protes, DPRD Kukar Sarankan Dialog

Relokasi Pedagang Pasar Tangga Arung Menuai Protes, DPRD Kukar Sarankan Dialog

Selasa,20 Februari 2024 04:58WIB

Bagikan : Array
Sekda Kukar, Sunggono. (Sintesa News)

SINTESANEWS.ID – Polemik relokasi pedagang di Pasar Tangga Arung ke Lapangan Pemuda masih berlanjut. Para pedagang menolak rencana tersebut dan meminta agar ditunda sampai lebaran tahun ini.

Hal ini berbeda dengan keinginan Pemkab Kukar yang bakal segera merealisasikan relokasi tersebut.

Sekda Kukar, Sunggono mengklaim bahwa Pemkab Kukar sudah mengakomodir permintaan penundaan relokasi para pedagang sejak tahun lalu.

“Permintaan mereka ini sebenarnya harapan yang sudah diakomodir tahun sebelumnya. Perlu kita ketahui, Pemda tidak membangun secara utuh pasar sampai tahun 2023 kemarin karena salah satunya mengakomodir pedagang agar tidak dipindahkan sebagiannya,” ucap Sunggono usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Kukar, Senin (19/2/2024).

Sunggono menegaskan bahwa relokasi pedagang harus segera dilakukan agar pembangunan pasar dapat berjalan lancar dan sesuai target.

Ia juga menjamin bahwa pasar sementara yang disediakan di Lapangan Pemuda untuk relokasi sudah layak dan nyaman.

“Kami berharap pedagang mengerti karena pasar yg disediakan untuk relokasi juga representatif dan dekat, kecuali tidak pantas baru protes. Saya kira masyarakat bakal datang belanja di sana,” tuturnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kukar dari dapil Tenggarong, Saparuddin Pabonglean mengaku dilematis terhadap kasus ini.

Ia mengatakan bahwa relokasi pedagang harus mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk dampaknya terhadap ekonomi masyarakat.

“Kita berharap proyek pemerintah berjalan tapi jangan sampai ekonomi masyarakat juga terganggu. Kita prihatin dengan permintaan pedagang tapi kita juga harus melihat faktor lain,” ungkap Saparuddin.

Anggota dewan dari PKS tersebut menyarankan agar Pemkab Kukar dan pedagang dapat melakukan dialog untuk mencari solusi yang terbaik.

Ia juga mengajak pedagang untuk bersikap kooperatif dan mengedepankan kepentingan bersama.

“Kata kuncinya harus ada dialog. Semua harus ada solusi. Pemerintah dan pedagang harus membuka komunikasi. Tapi kami yakin pembangunan ini demi kebaikan masyarakat juga,” tutupnya. (ar)

6085768219885996691-min

TOPIK TERKAIT

BERITA UTAMA

REKOMENDASI